Kasih sebagai Jatidiri Kristiani

Kasih menjadi ciri khas dari kekristenan. Orang Kristen dipanggil untuk menyatakan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Semua karunia itu menjadi tidak berguna bagi orang lain maupun diri sendiri, jika tidak dilakukan dalam kasih dan karena kasih.
Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Santo Paulus menegaskan, bahwa tidak ada yang lebih utama dan lebih besar daripada kasih. Selain itu, dia juga menegaskan, bahwa semua karunia yang Allah berikan kepada kita akan berguna, jika dilakukan dalam kasih dan digerakkan oleh kasih. Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak melakukan yang tidak sopan, dan tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri. Hanya di dalam Kristus, kita memiliki kasih, karena kita telah diselamatkan oleh Kristus dan hidup bagi Kristus.
Yesus telah memberikan teladan kepada kita untuk melakukan perbuatan kasih tanpa memandang status, kelas sosial, suku, ras, dan agama. Yesus diutus ke dunia ini bukan untuk menyelamatkan orang benar, melainkan orang berdosa. Bahkan, Ia bersahabat dengan orang-orang lemah, yang tidak memiliki status sosial, para pemungut cukai, dan orang berdosa. Dengan demikian, Yesus menunjukkan belas kasih yang tak terbatas, yang mampu mendobrak tembok pemisah dalam kehidupan sosial manusia. Di hadapan orang-orang Farisi, Yesus mengungkapkan kebenaran dari pelayanan Mesias, yaitu penyucian dan penyelamatan orang berdosa.
Kita belajar dari dua orang kudus yang diperingati pada hari ini: Santo Kornelius dan Santo Siprianus. Mereka telah menunjukkan iman sejati yang berlandaskan kasih kepada Allah dan sesama. Mereka adalah orang yang setia dan berani mati demi mempertahankan iman di tengah penganiayaan akibat perpecahan Gereja kala itu. Dari kedua orang ini kita belajar, bahwa kasih yang besar kepada Allah dan sesama mengalahkan rasa takut pada penderitaan dan penganiayaan.
Sebagai orang Kristen sejati, kita dikehendaki Allah untuk selalu bertumbuh dalam kasih kepada Allah dan sesama. Kasih itu hendaklah menjadi jati diri kita dan menjiwai kita dalam berperilaku dan karya pelayanan kita.
“Ya, Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk senantiasa menghidupi iman yang berlandaskan pada kasih sejati dalam melaksanakan karya-karya kami kepada sesama. Amin.”
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.