Petra

“Keindahan dan keajaiban itu hanya bisa dirasakan, bila ada kesadaran.” -Rio, Scj

Saat merawat kebun SCJ di desa Batu Keramat, ada batu lapis tersusun rapi tegak lurus dengan tinggi 50 meter, dan lebat ratusan meter. Keras, kuat, kokoh dan menakjubkan itulah Petra atau batu. Air terjun yang jernih itu membuat hati menjadi tenang, dan pepohonan yang rindang membuat hati ini riang.

Hidup juga perlu seimbang. Prinsip, iman, kasih, dan pengharapan itu perlu keras, kokoh, dan kuat seperti Petra. Kadang lembut seperti air yang membawa kesejukan, menyegarkan, melegakan, dan memberi kehidupan. Kadang seperti pohon yang memberi perlindungan dan keteduhan. Kadang pula hidup penuh jalan terjal, penuh keindahan dan keajaiban.

Ingatlah agar hidup ini menjadi seimbang dengan tiga mutiara dari Batu Keramat:

  • Pertama: “Keep strong in Faith.” Berdirilah teguh, kokoh, kuat dalam iman seperti batu. Tidak mudah goyah, apalagi menukar dan menjual iman, bahkan Tuhan.
  • Kedua: “Be simple person.” Jadilah sederhana seperti pohon. Tidak banyak protes, tapi terus tumbuh untuk berproses. Tidak perlu pengakuan, tapi selalu mencari peluang dari setiap keadaan. Bahkan di sela sempit bebatuan ia tetap tumbuh, berakar, dan menghasilkan buah.
  • Ketiga: “Be thankfull person.” Seperti air yang mengalir, ia selalu bisa beradaptasi dengan semua keadaan. Bersyukur bukan hanya saat berkelimpahan, melainkan tetap bersukacita, meski harus membentur bebatuan. Menembus celah sempit bebatuan, tanah, dan pasir yang memberi sumber kehidupan.

Tuhan keutamaan itulah yang membuat hidup ini penuh keajaiban, dan menciptakan keindahan. Keajaiban dan keindahan yang berasal dari Tuhan dan menghantar banyak jiwa itu kepada-Nya.

Deo gratias.

Rm RP Rio, Scj