Salib Sumber Belas Kasih Allah

“Salib yang tampak seperti kekalahan, justru dijadikan Allah jalan menuju kehidupan.”
Allah yang Maha Rahim,
Hari ini kami merayakan Pesta Salib Suci.
Betapa anehnya pesta ini bagi dunia. Kami meninggikan sebuah alat hukuman mati, sesuatu yang dahulu melambangkan kehinaan dan kematian. Tapi melalui salib, Putra-Mu justru menyatakan betapa dalam kasih-Mu kepada kami.
Di padang gurun, ketika bangsa Israel memberontak dan digigit ular, Engkau menyediakan jalan keselamatan. Musa meninggikan ular tembaga, dan mereka yang memandangnya tetap hidup. Tapi itu hanyalah tanda yang menunjuk kepada keselamatan yang jauh lebih besar.
Yesus berkata kepada Nikodemus: sebagaimana Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian pula Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal.
Bapa, Putra-Mu tidak menyelamatkan kami dari kejauhan. Ia turun dari Surga, mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, dan merendahkan diri sampai wafat di kayu salib. Justru karena itulah Engkau meninggikan-Nya.
Salib bukanlah tempat Yesus kehilangan kuasa-Nya. Salib adalah tempat Ia menyatakan kuasa kasih yang mampu mengalahkan dosa dan maut.
Sering kali kami ingin Engkau mengangkat salib dari hidup kami. Tapi Engkau mengajak kami terlebih dahulu memandang salib dan melihat Putra-Mu di sana.
Ajarlah kami untuk percaya, bahwa tidak ada dosa yang terlalu dalam bagi kerahiman-Mu, tidak ada luka yang terlalu gelap bagi kehadiran-Mu, dan tidak ada titik terendah dalam hidup kami yang tidak dapat dijangkau oleh kasih Kristus.
Berilah kami rahmat untuk meluangkan beberapa detik setiap hari memandang salib atau gambar Yesus yang tersalib, bukan hanya dengan mata, tapi dengan hati.
Semoga kami melihat betapa seriusnya dosa kami, tapi terlebih lagi melihat betapa besar kasih-Mu kepada kami.
Semoga hidup kami pun menjadi kesaksian, bahwa:
“Pada nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit, di bumi dan di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah Bapa.”
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.