Di Salib-Mu Kutemukan Cinta Sejati

“Setiap kali derita dan bebanmu terasa berat, pandanglah di salib Tuhanmu, karena Ia masih tetap terpaku di sana, karena dosa-dosamu.”

Sungguh menjadi luar biasa, bahwa Tuhan menyatakan cinta sejati-Nya kepada kita melalui jalan salib. Kita mendengar ungkapan terdalam kasih Bapa kepada kita lewat Injil, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya kita yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal.”

Ketika kita merayakan Pesta Salib Suci, kita disadarkan, bahwa:

    1. Ia tetap tergantung pada salib agar kita sadar akan dosa-dosa kita, sehingga pertobatan harus kita lakukan;
    1. Ia tetap tergantung di sana agar kita yang memiliki masalah dan beban, juga merasa dikuatkan, karena sesungguhnya beban kita tidak sebanding beban dosa kita yang dipikul-Nya sehingga tersalib;
    1. Ia tetap di sana agar kita memiliki harapan, bahwa hanya melalui jalan derita karena nama-Nya, maka kita bisa diselamatkan.

Akhirnya biarlah Dia tetap di salib agar kita tahu, bahwa Yesus yang kita sembah di salib dan bukan kayunya.

Monsignor Inno Ngutra, Pr