Mengasihi Tanpa Batas

“Kita mengampuni bukan karena lukanya kecil. Melainkan karena belas kasih yang kita terima jauh lebih besar.”
Allah yang Maha Rahim,
“Berapa kali aku harus mengampuni saudaraku?”
Petrus merasa tujuh kali sudah cukup murah hati. Tapi Yesus menjawab, “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”
Tidak perlu menghitung-hitung, menyimpan catatan kesalahan, dan
mengingat berapa kali aku sudah mengampuni. Mengapa? Karena belas kasih-Mu kepadaku tidak terbatas.
Dalam Injil, seorang hamba mempunyai utang yang besar sehingga ia tidak mungkin mampu membayarnya. Ia tersungkur dan memohon kesabaran. Tuannya, “tergerak oleh belas kasihan,” dan menghapus seluruh utangnya.
Bapa, hamba itu adalah aku. Setiap kali aku berlutut di hadapan-Mu dalam Sakramen Tobat, sebenarnya aku sedang berkata: “Tuhan, bersabarlah terhadapku. Kasihanilah aku.”
Bapa, Engkau tidak pernah lelah mengampuniku.
Faktanya sering kali aku seperti hamba itu. Ketika membutuhkan belas kasih, aku memohonnya, dan ketika orang lain menyakitiku, aku menuntut keadilan.
Sirakh mengingatkan kami: “Ingatlah akan akhir hidupmu, dan hentikanlah permusuhan.”
Suatu hari nanti kami semua akan menghadap-Mu. Saat itu, aku tidak akan berharap pernah menyimpan dendam lebih lama, membuktikan orang lain salah, atau mempertahankan sakit hati dan kepahitan.
Aku hanya berharap telah lebih banyak mengasihi.
Yesus, Engkau telah mengampuni hutangku yang besar. Ajarlah aku mengampuni kesalahan orang lain terhadapku.
Bukan karena luka yang mereka berikan itu kecil. Melainkan belas kasih yang telah kuterima dari-Mu jauh lebih besar.
Jadikan pengampunan itu sebagai gaya hidupku. Sebab setiap kali belas kasih menggantikan dendam,
setiap kali kasih menggantikan kemarahan, dan setiap kali pengampunan menggantikan penghakiman, Kerajaan Allah menjadi nyata di dunia ini.
Ketika aku merasa sulit mengampuni, Yesus, ampunilah mereka melalui diriku. Sebab aku adalah milik-Mu. Baik hidup maupun mati, aku adalah milik-Mu.
Demi sengsara-Mu yang pedih,
kasihanilah kami dan seluruh dunia. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.