Waktu untuk Tuhan

“Tuhan selalu punya waktu untuk kita, sediakanlah waktu kita untuk Tuhan.” -Rio, Scj.

Paus Fransiskus pernah meminta semua orang Katolik mempunyai waktu untuk Tuhan tiga menit setiap hari. Satu menit mengucap syukur atas berkat, mukjizat, dan anugrah hari ini. Satu menit untuk memohon ampun atas kerapuhan kita hari ini. Satu menit untuk mohon berkat untuk setiap rencana, dan apa yang akan kita buat esok hari. Inilah cara sederhana menyucikan hidup setiap hari.

Sementara itu tradisi Gereja Katolik mempunyai 7 waktu untuk menyucikan hidup sepanjang hari. Ini dikenal dengan ‘brevir’ – sebuah doa resmi Gereja.

  • Waktu Pertama: ‘Matutinum’, doa yang dilakukan tengah malam; jam 12 malam. Mengenang Yesus di Taman Getsemani.
  • Waktu Kedua: ‘Laudes’, jam 6 pagi untuk mengucap syukur atas kehidupan dan hari baru.
  • Waktu Ketiga: ‘Tertia’, jam 9 pagi mengenang turunnya Roh Kudus atas para Rasul.
  • Waktu Keempat: ‘Sexta’, jam 12 siang. Mengenang penyaliban Yesus.
  • Waktu Kelima: ‘Nona’, jam 3 sore untuk mengenang wafat Tuhan Yesus di kayu salib.
  • Waktu Keenam: ‘Vesper’, jam 6 sore untuk bersyukur atas semua berkat Tuhan sepanjang hari.
  • Waktu Ketujuh: ‘Completorium’ untuk menutup hari bersama Tuhan, dan mohon perlindungan-Nya sepanjang malam agar Tuhan menjaga jiwa kita saat kita beristirahat.

Semua itu adalah cara untuk kita mempunyai waktu untuk Tuhan. Kita mau memilih yang mana. Yang terpenting adalah hati penuh sujud syukur atas hidup, penyertaan, dan berkat Tuhan bagi hidup kita.

Deo gratias.

Rm RP Rio, Scj