Kala Pelangi Setia Mencumbui Samudra

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hidup kita laksana samudra nan luas yang kadang justru juga menakutkan. Tapi setiap kali hujan mereda selalu saja ada seutas pelangi yang setia hadir.”
(Misteri Kehidupan)
- Siapakah Pelangi dan Samudra itu?
‘Pelangi itu adalah sejuta janji manis, secarik keindahan, dan sekerat harapan yang hadir setelah hujan mengguyuri bumi.’
Samudra itu adalah ‘suatu kedalaman entah berapa, sebuah misteri hidup, juga seluas laut terbentang yang tidak selamanya tenang, karena kadang juga ia pun berubah jadi badai.
Ketahuilah, bukankah samudra itu telah ikhlas menampung semuanya: sungai, air hujan, dan tak lupa juga air mata dukamu berderai. Ya, samudra itu sebuah deskripsi dari hidup kita yang juga luas, dalam, dan tak terselami.
- Setia Mencumbui
Dia tidak sekadar ‘menyentuh’, tapi justru ‘mencumbui’ artinya ia menyentuh dengan sangat lembut, penuh kasih, dan tanpa paksaan. Nyata, bahwa pelangi itu tidak sungguh masuk ke dasar samudra, tapi hanya membungkuk di atasnya. “Ya, aku di sini,” bisiknya.
Betapa ia setia, karena setia itu justru santun, tidak berisik, tapi ia hadir dalam keheningan.
- Filosofinya: Hubungan antara Yang Tinggi dan Yang Dalam
Inilah deskripsi suci, relasi tulus antara manusia dengan Tuhan dan sesama.
- Pelangi itu datang dari atas dan memberikan warna khusus di atasnya.
- Samudra itu tampak gelap, berarus keras, dan manusia sering tenggelam ke dalamnya.
Artinya, semua problematika kehidupan manusia itu tidak harus hilang dulu baru hidup ini jadi indah.
- Misteri di Ujung Jemari
“Siapakah yang sanggup mencumbui samudra?” Tidak ada. Hanya Tuhan, yang tampak lewat seutas pelangi.
Kita pun bisa, jika lewat ‘ujung jemari cinta.’
Ya, cukuplah dengan setia membungkuk di atasnya, dan ucapkan, “Aku lihat kamu. Aku di sini.”
Konklusi
- Hidup kita ini bagaikan samudra nan luas yang kadang juga menakutkan. Tapi, setiap kali setelah hujan reda, selalu saja hadir seutas pelangi.
Jadilah segaris pelangi untuk samudra orang-orang lain!
Kediri, 12 September 2026
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.