Menjadi Hakim bagi Sesama, tapi Pembela bagi Diri Sendiri
Posted On 11 September 2026

“Kadang kita sibuk menghakimi orang lain atas salah dan dosa mereka. Tapi atas salah dan dosa yang sama yang kita lakukan, maka kita dengan cepat mengubah peran menjadi seorang pembela. Kita justru menjadi pembela hebat atas perkara diri sendiri.”
Tentang kecenderungan untuk menghakimi orang lain, Yesus mengingatkan kita, “Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, tapi balok di dalam mata sendiri tidak diketahui?”
Peringatan Yesus di atas menyadarkan kita, bahwa:
- Tidak ada seorang pun yang sempurna di dunia ini. Setiap orang pasti memiliki, karena pernah melakukan kesalahan dan dosa sekecil apa pun itu;
- Adalah bagus mengingatkan sesama terhadap salah dan dosa mereka, tapi hendaknya engkau melakukan dua kali lipat terhadap diri sendiri atas dosa dan salahmu;
- Asalkan melakukan koreksi terhadap sesamamu bukan karena benci, iri hati dan dendam, melainkan karena cinta, maka teruslah melakukan dengan cara yang sopan dan lembut, sehingga tidak mempermalukan atau melukai mereka.
Akhirnya, bersihkan dan sucikan hati dan pikiran sendiri sebelum Anda berusaha membantu sesama lewat saran, usul, bahkan kritikan.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.