Kasih Menyempurnakan Pengetahuan

Seorang pemuda baru lulus pendidikan Ilmu Peternakan di Universitas ternama. Ia belum mendapatkan pekerjaan, sehingga mengisi waktu untuk membantu Ayah dan Ibunya yang bermata-pencaharian sebagai peternak sapi dan kerbau di kampung. Tiga hari pertama ia menemani orangtuanya beternak. Ia duduk di tempat rindang dan memandang dari kejauhan orangtuanya yang menggembala.
“Saya mengerti tentang peternakan, tapi tidak sanggup bekerja mengikuti kawanan sapi dan kerbau ke mana mereka merumput,” jawab pemuda itu, ketika ditanya oleh seseorang. Ketika kedua orangtuanya ditanya oleh orang yang sama, apakah perbuatan anaknya itu cukup dianggap wajar atau tidak, jawabannya ialah: “Kalau hewan piaraan digembalakan hanya dengan pengetahuan dari bangku sekolah, hewan-hewan pasti cepat hilang dan mati.”
Menggembalakan ternak dengan mengikuti dan menemani ke mana mereka merumput, atau di lapangan rumput yang ditentukan oleh penggembala, adalah suatu tugas yang mulia. Yesus Kristus menjelaskan panjang lebar di dalam Injil tentang Gembala yang Baik, yang keunggulannya ialah cinta kasih. Kemampuan cinta kasih terletak pada sikap-sikap yang konkret dan praktis seperti keterlibatan, campur tangan, menemani, mendampingi, mengajar, dan membaharui. Dengan demikian, pengetahuan yang sudah dimiliki itu menjadi sempurna, karena diwujudkan secara nyata.
Santo Yohanes Krisostomus adalah seorang pejabat Gereja yang memiliki keunggulan dalam teori dan praktek. Khotbahnya yang terkenal, “Cinta kasih mempunyai salah satu tugas yang penting, yaitu untuk menyempurnakan pengetahuan yang kita miliki.” Pengetahuan itu umumnya baru sebatas teori atau refleksi. Dengan melalui perbuatan cinta kasih, pengetahuan itu diungkapkan menjadi perbuatan. Santo Paulus dengan keras mengingatkan, jika manusia hanya mengandalkan pengetahuan, ia gampang jatuh di dalam kesombongan. Cinta kasih sangat diperlukan supaya kecenderungan kesombongan itu dapat dikontrol dan dihilangkan.
Kalimat kunci dari Yesus Kristus tentang cinta kasih untuk menyempurnakan pengetahuan ialah: “Hendaklah kalian murah hati sebagaimana Bapamu murah hati.” Kemurahan hati itu akan membuat orang terdidik, berpengetahuan, berintelek, dan berkompeten untuk menjadi penggerak roda kehidupan kita untuk dapat berputar menuju kemajuan yang beradab.
“Ya, Tuhan Allah, jadikanlah kami bermurah hati seperti Engkau, sehingga dapat ikut membaharui dunia ini. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.