Misteri Hidup:
Pada Ujung Jemari Cinta

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sebuah misteri bukanlah sebuah teka-teki yang perlu dipecahkan. Melainkan sebuah undangan agar Anda perlu percaya padanya.”
(Didaktika Hidup Bermakna)
- Misteri Hidup: Misteri hidup itu tidak bisa Anda genggam, ia laksana air, yang kian dikepal, malah akan kian tertumpah ruah.
Renungkanlah! Anda boleh berencana untuk menyukseskan seabrek program hidup, mulai dari A sampai Z, tapi sering kali juga Tuhan malah menyelipkan program lain, yang tidak pernah Anda rencanakan.
Bukankah sebuah misteri itu bukanlah teka-teki yang perlu dipecahkan? Tapi, itu sebuah undangan, agar Anda pun perlu percaya kepadanya.
- Mengapa justru ‘Ujung Jemari?’
Ya, karena di sanalah Anda dan saya akan sungguh menjadi seorang manusia sejati. Inilah sebuah keadaan yang sangat manusiawi.
Tengoklah …!
- Jemari yang menyentuh:
Bukankah seorang bayi harus digendong dan pasien pun perlu diusap keningnya? - Jemari mencipta:
Menulis puisi, melukis alam adalah akrivitas menciptakan sesuatu. - Jemari melepas:
Melepas kepergian seseorang, luka lama, atau melepaskan sesuatu yang bukan milik kita.
Jadi, ‘ujung jemari’ itu adalah sebuah ‘titik jumpa’ antara ‘aku’ dan ‘dunia’ juga antara ‘menerima’ dan ‘memberi.’
- ‘Cinta’ diletakkan di mana?
Sadarlah, bahwa titik cinta itu tidak menetap di atas kepalamu. Mengapa?
Ya, karena cinta itu tidak pernah mau menghitung. Tapi ketahuilah, bahwa ia selalu mau menetap di ujung jemarimu.
Mengapa justru demikian?
Ya, karena cinta sejati itu adalah sebuah tindakan kecil yang terus diulang-ulang. Itulah jemari yang:
- Jemari yang tetap menggenggam di saat orang-orang sudah menyerah.
- Jemari yang lincah mengetik, ‘aku ada di sini!’
- Jemari yang ikhlas mau membereskan sesuatu tanpa diminta.
- Dan jemari yang mampu melipatkan kedua tangan di saat ia berdoa.
- Jadi, apa misterinya?
“Bukankah hal terbesar justru dihidupkan lewat hal kecil?”
Tuhan sering kali tidak memakai mukjizat besar koq. Ia malah sering memakai:
- Seketus roti yang dipecahkan dengan ujung jemari tulusnya.
- Air pun disiramkan ke kakinya dengan memakai ujung jemarinya.
- Bahkan salib yang dipakukan ke dinding pun memakai ujung jemarinya.
Intisarinya, bahwa sungguh hidup ini adalah sebuah misteri juga!
Kediri, 10 September 2026
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.