Taat Melaksanakan Kehendak Allah

Pengalaman hidup bersama menyatakan, bahwa hidup berbarengan dengan orang-orang yang mapan, yang mempunyai potensi dan segalanya, membuat kita merasa kecil, bahkan terusik, karena latar belakang kita yang penuh dengan segala keterbatasan. Kita yang merasa kecil dan tidak berdaya itu hendaknya memiliki pengharapan akan penyelenggaraan Ilahi.
Nabi Mikha mengingatkan kita, bahwa yang kecil itu bukan berarti berada di luar perhatian Allah. Melainkan justru Tuhan memilih yang kecil seperti Betlehem itu untuk menjadi awal dari karya-karya besar-Nya. Artinya, Tuhan bisa memakai siapa dan apa saja, termasuk diri kita yang biasa-biasa saja untuk melakukan hal luar biasa, asalkan kita mau membuka hati dan percaya kepada-Nya.
Dalam Injil, Tuhan memilih yang sederhana, gadis dari desa untuk melahirkan Putra Penebus dunia. Santo Yosef dibimbing oleh Tuhan agar tetap taat pada kehendak-Nya, yakni mengambil Maria, gadis sederhana itu sebagai istrinya yang akan melahirkan Sang Penebus, Juru Selamat dunia.
Tuhan memakai orang yang membuka hati dan taat pada kehendak-Nya, meskipun menurut ukuran manusia, orang tersebut tidak layak untuk tugas mulia itu. Pewartaan ini sekaligus mengajak kita untuk selalu terbuka dan taat pada kehendak Allah serta tekun melaksanakannya.
“Ya, Tuhan, ajarilah kami untuk membuka hati kepada kehendak-Mu dan senantiasa menaruh pengharapan bahwa hanya Engkaulah yang bisa mengubah hidup kami yang kecil dan menjadikan kami pribadi yang luar biasa. Amin.”
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.