Menutupi Kekurangan dengan Mencari Kesalahan Orang Lain
Posted On 7 September 2026

“Sadar atau tidak, tapi kadang menjadi kesenangan dan kepuasan, bila kita menemukan kekurangan, kesalahan, bahkan dosa/aib orang lain serta menyebarkannya. Tapi pada saat yang sama kita berjuang untuk menutupi kelemahan dan kerapuhan diri sendiri.”
Jika kita memperhatikan, ada dua tipe orang di sekitar kita:
- Tipe pertama adalah orang yang mencari kesalahan dan kelemahan orang lain untuk mengkritiknya;
- Tipe kedua adalah mereka yang tidak pernah berhenti berbuat baik. Yang pertama mengkritik, karena kecemburuan dan iri hati, sedangkan yang kedua selalu berpikir demi kesejahteraan dan kebahagiaan orang lain.
Gambaran tipe manusia pertama kita temukan dalam Injil tentang orang-orang Farisi dan para Ahli Taurat. Sedang Yesus yang selalu berbuat baik kepada sesama itu menjadi sumber iri hati dan kecemburuan mereka.
Kita diajarkan, bahwa:
- Menemukan kekurangan, kesalahan, bahkan dosa sekalipun dari sesama bukan menjadi sumber atau alasan untuk mempermalukan atau merendahkan mereka, melainkan undangan bagi kita untuk membantu mereka;
- Belajarlah untuk fokus pada kebaikan bukan keburukan dan kesalahan orang lain;
- Jika kita tidak suka terhadap orang baik dan perbuatan baik mereka, maka telah terjadi kerusakan pada hati dan pikiran ini. Segeralah diperbaiki, bila kita tidak ingin kerusakannya lebih parah.
Akhirnya, semoga kekurangan dan kelemahan sesama itu selalu menjadi undangan bagi kita untuk berbuat baik.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.