Masker Akal, Akhlak, dan Aksi di Era Erupsi Zaman

Ketika abu Anak Krakatau sampai di pelataran, refleks pertama kita adalah mencari dan mengenakan masker untuk melindungi pernapasan.

Begitu pula saat bangsa ini dilanda ‘erupsi’ ekonomi, moral, dan iman; kita dituntut untuk segera siaga memasang ‘masker’ mental dan spiritual. Inilah tameng ‘akal dan akhlak’ kita, agar debu-debu keputusasaan, keserakahan, dan pudarnya etika itu tidak ikut masuk dan merusak jernihnya hati nurani.

Masker ini adalah pengingat untuk menyaring apa yang kita serap dan menjaga apa yang kita keluarkan. Di tengah pekatnya ‘abu zaman’, mari perketat proteksi diri dengan mempertebal iman, menjaga lisan, dan membatasi diri dari pengaruh yang merusak.

Melalui aksi nyata yang penuh kepedulian, kita tetap mampu bernapas lega dengan jiwa yang bersih, sekaligus menjadi pembawa keteduhan bagi sesama yang sedang sesak oleh keadaan.

Berkah Dalem,
Jlitheng Miko