Teguran Kasih

“Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi” (1 Kor 4: 14).

St. Paulus memberikan teladan yang baik tentang bagaimana menyampaikan teguran. Teguran yang diberikan itu merupakan teguran kasih yang berguna bagi perkembangan hidup rohani, baik secara pribadi maupun dalam kehidupan komunitas. Teguran itu disampaikan dengan jujur, tegas, dan dilandasi motivasi yang murni. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk memberi semangat, menyadarkan, bahwa segala sesuatu berasal dari Kristus, serta mendorong orang lain untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik dan semakin mengasihi Yesus, sesama, serta dirinya sendiri.

Sebaliknya, kita diajak untuk menjauhi sikap seperti orang Farisi. Mereka berusaha mencari kesalahan dan mempermalukan orang lain dengan berlindung di balik ajaran agama. Mereka juga tidak peduli pada kebenaran yang sesungguhnya dan tidak mau memahami situasi sulit yang sedang dialami Yesus dan para murid-Nya (bdk. Luk 6: 2).

Marilah kita meneladani St. Paulus. Semoga setiap teguran yang kita berikan itu menjadi teguran kasih yang membawa pertobatan, membangun sesama, dan membantu mereka bertumbuh dalam kebaikan.

Sr. M. Anselma, P. Karm

Sabtu, 05 September 2026
1 Kor 4: 6-15 Mzm 145: 17-21 Luk 6: 1-5

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com