Mata Pisau, Mata Panah, dan Mata Sadarku

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Mana yang paling menusuk hidup kita: pisau yang melukai, panah yang membidik, ataukah panggilan untuk memiliki mata sadar?”
(Didaktika Hidup Sadar)
Ada 3 ‘mata’ yang menembusi hidup manusia!
- Mata Pisau (yang melukai dan memotong)
Sebilah pisau itu memang tajam pada kedua sisinya.
a. Mata pisau dari luar: berupa tuturan orang, fitnahan keji, cercaan pedas, penghakiman, dan luka masa lalu yang bahkan di setiap saat bisa kembali berdarah.
b. Mata pisau dari dalam: Itulah ucapan lidah Anda sendiri, “bocor mulut.” Ingatlah, bahwa mulutmu adalah harimaumu.
Bukankah fungsi sebilah pisau juga untuk memotong bagian yang busuk, berbau, dan juga mengikat gerak hidup manusia? Jika kita salah memegangnya, malah pisau itu justru akan mencederai kita sendiri.
- Mata Panah
Dia yang menggerakkan dan mengejar sasaran hidup ini. Anak panah itu melesat dapat saja sembarang arah. Di balik itu, ada pihak yang membidiknya.
Ternyata ada 2 Mata Panah:
a. Mata panah dunia, yaitu berupa ambisi pribadi yang haus pujian, dan juga haus kuasa. Ketahuilah, bahwa anak panah itu akan terus membidik relung hati manusia.
b. Mata panah Tuhan:
“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan” (Mazmur 127: 4). Dalam konteks ini, Tuhan justru mau agar kita pun jadi anak panah yang dilesatkan tepat ke sasaran: yakni kasih, kebenaran, dan Kerajaan Tuhan.
- Mata Sadarku
“Aku yang melihat dan Aku yang memilih”
Sesungguhnya inilah mata yang paling penting dan utama.
Cermatilah Efesus 1: 18 berikut ini!
“Bahwa ternyata yang utama itu adalah mata hati.”
a. Aku sadar akan lukaku: Oh, mata pisau yang melukaiku. Maka, ampunilah.
b. Aku sadar akan sasaran: Inilah si mata panah bidikan Tuhan dalam hidupmu.
c. Aku sadar akan pilihan: Setiap hari kita memilih, apakah kita mau jadi mata pisau yang selalu melukai ataukah anak panah yang melesat liar?
Jadi, “mata sadarku” ialah suatu balik! Dari korban lalu jadi murid. Dari yang terluka jadi penyembuh.
Rangkuman Misterinya
Kita senantiasa bertemu dengan 3 mata ini!
a. Mata Pisau: ia justru datang untuk menguji Anda
Apakah Anda sering mendendam ataukah sebagai pribadi pemanfaatan sejati?
b. Mata Panah: ia justru datang demi mengarahkan Anda
Apakah hidup akan ikut dunia ataukah Tuhan.
c. Mata, Sadarku: Anda harus bangun demi memutuskan kepada siapakah Anda akan menyerahkan hidup?
Ingatlah, bahwa Gusti Yesus justru telah ‘kena’ ketiganya!
- Mata Pisau: kala Ia dicambuk dan dimahkotai duri.
- Mata Panah: kala lambung sucinya rela ditembusi tombak yang bengis.
- Mata Sadar: Ucapan pengampunan dari tiang salib, “Bapa, ampunilah mereka (Lukas: 23: 34).
Mata sadar Gusti Yesus justru telah jadi sarana keselamatan bagi dunia.
Kediri, 5 September 2026
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.