Membuka Hati Untuk Diperbarui-Nya

“Apakah aku masih mencoba memasukkan Yesus ke dalam ‘kantong kulit lama’-ku?”
Allah yang Maha Rahim,
Sabda-Mu mengingatkanku, bahwa hidupku bukan milikku sendiri. Aku hanyalah pengelola misteri-Mu, dipercayakan sesuatu yang begitu berharga untuk aku jaga dan bagikan.
Faktanya, sering kali aku lebih sibuk memikirkan penilaian orang daripada kesetiaanku kepada-Mu. Aku ingin menjelaskan dan membela diri, atau membuktikan, bahwa aku benar, ketika disalahpahami.
Santo Paulus mengingatkan kami, bahwa Engkaulah yang menghakimi kami.
Bapa, ajarlah aku untuk berhenti mengendalikan yang orang lain pikirkan tentang aku. Biarlah aku hanya setia kepada-Mu.
“Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.”
Dalam Injil, Yesus berbicara tentang anggur baru dan kantong kulit yang baru. Ya, Tuhan Yesus, jangan biarkan aku menerima hidup baru dari-Mu, tapi tetap berpegang pada manusia lamaku. Jangan biarkan kebiasaan, kenyamanan, ketakutan, kesombongan, atau sikap menghakimi membuat hatiku jadi kaku. Tapi jadikan hatiku kantong kulit yang baru.
Biarlah Roh Kudus terus bekerja di dalam diriku, mengubah cara aku berpikir, mengasihi, mengampuni, melayani, dan melihat sesama.
Ketika rahmat-Mu melimpah dalam hidupku, ajarlah aku untuk membagikannya. Aku tidak harus sempurna untuk menjadi alat-Mu. Aku hanya perlu setia.
Bapa, jadikan aku kantong baru bagi anggur baru-Mu.
Biarlah rahmat-Mu bertumbuh dalam diriku, dan kasih-Mu mengalir melalui diriku.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.