Takut kepada Apa dan Siapa?-1
Mosaik Serpihan Kelana -34
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

1.
Kepada semua orang
Aku takut karena tak mampu menjadi sesama saudara
Aku takut tak bisa menjadi yang mereka harapkan
Aku takut pada tanya karena tak bisa temukan jawaban sempurna
Aku takut pada debu tanah
karena tak bisa berlari menghindarinya
Aku takut pada mentari bulan dan bintang
karena jemariku tak bisa memeluk dan meremas cahayanya
Aku takut pada misteri waktu
karena tak bisa menelan langkah sosoknya
Aku takut pada ruang maha luas
karena jejak kakiku tak bisa membatasinya
Aku takut menjadi apa dan siapa
karena rindu dambaku tak bisa kalahkan fakta realita
Aku hanya ada dan menjadi apa adanya
dalam takut alami dan kepasrahan semu menggoda
karena hidup adalah kenyataan yang sedang menguasai jiwa raga
2.
Jika aku seorang Pejabat Negara
Aku pasti tidak takut kepada rakyat
karena mereka hanyalah budak untuk kekuasaanku
Aku tidak takut kepada sumpah janji dan hukum
karena itu hanyalah kata-kata untuk alat kekuasaanku
Aku tidak takut kepada hukum adat dan agama
karena bisa aku selesaikan dengan kata-kata dan uang serta senjata
Aku tidak takut hukum alam lingkungan
karena itulah obyek untuk meraup harta kekayaan
Tetapi…
Aku pasti takut kepada kehilangan jabatan dan kekuasaan
karena itulah sumber kekuatan diriku
Aku juga takut kehilangan teman sesama pejabat dan para pemodal kaya raya
karena merekalah jaringan dan kelompok kekuasaanku
Aku takut kepada negara adidaya dunia
karena merekalah pendukung kekuasaanku
sehingga apa pun berani aku lakukan demi keamanan kekuasaanku
Segala cara berani aku lakukan demi pertahankan jabatan dan kekuasaanku
3.
Jika aku adalah Wakil Rakyat
Aku pasti tidak takut kepada rakyat pemberi suara
karena mereka tak punya kekuatan untuk memecat jabatanku
Aku tidak takut kepada hukum dan aturan negara
karena aku ikut membuat hukum dan aturan
sehingga tidak mungkin menjerat diriku sendiri
Aku tidak takut kepada penegak hukum dan para pejabat eksekutif
karena kami saling membutuhkan untuk menguasai rakyat dan mengatur kekayaan alam negeri ini
Aku tidak takut kepada para pemilik modal dan pebisnis
karena kami biasa bekerja sama untuk saling mendukung
dengan kata pembangunan bangsa dan atas nama kebijakan negara
Aku tidak takut kehilangan jabatan karena bisa dibeli dengan uang hasil kekayaan yang aku dapatkan dari jabatanku
Tetapi…
Aku hanya takut kepada kehilangan jabatan jika dicopot oleh partai politik yang mencalonkan aku
Aku takut kalau tidak menjadi sahabat para politisi, pejabat eksekutif, penegak hukum dan para pebisnis kaya
Aku hanya yakut, jika ada pemberontakan rakyat dengan cara anarkis menyerang pribadi dan keluargaku
lalu menjarah harta milikku
Aku juga yakut dengan sosial media, jika membeberkan segala kekurangan dan tindakan kejahatanku kepada publik
Maka aku selalu berjuang dengan segala cara
demi mengamankan jabatan dan melindungi semua relasiku
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.