Merindukan yang Surgawi, tapi Menikmati Duniawi

“Inilah yang terjadi dalam diri ini: Kita merindukan keselamatan dan kemuliaan surgawi, tapi berjuang menikmati pujian dan kehormatan dari sesama. Yang surgawi menjadi cita-cita, tapi yang duniawi selalu dipikirkan dan berjuang untuk meraihnya.”

Di sekitar kita sering terjadi pada diri ini, bahwa kita mencari pujian dan penghormatan dari sesama atas yang telah kita katakan dan perbuat. Kita juga menyaksikan orang yang tanpa malu-malu mencari penghormatan dari sesamanya; pun ada orang yang menikmati pujian dan ingin rasanya tetap tinggal di tengah mereka yang memuji dan menyanjungnya.

Dalam Injil, Yesus memiliki alasan untuk tetap tinggal di Kapernaum;. Di sini Ia dipuji, disanjung dan dihormati. Tapi apa reaksi Yesus? “Aku harus pergi juga ke kota-kota lain untuk mewartakan Injil karena untuk itulah, Aku diutus.”

Dengan melihat dan mendalami sikap Yesus terhadap pujian dan penghormatan manusia, kita belajar untuk mendapatkan beberapa hal penting, sebagai berikut:

    1. Tetaplah fokus pada pewartaan Injil tanpa tergantung pada penerimaan atau pujian sesama;
    1. Jangan termakan dan mencari pujian manusia, karena semuanya itu tidak menambah kemuliaan diri ini, tapi hanya semakin membuat kita sombong dan angkuh;
    1. Jangan karena sekeping pujian lalu kota mengorbankan setumpuk emas kemuliaan Allah.

Semoga lewat yang duniawi, yang dianugerahkan Tuhan, kita semakin berjuang mendapatkan harta surgawi, yakni keselamatan dan kemuliaan surgawi.

Monsignor Inno Ngutra, Pr