Memikul Salib dan Panggilan Kerendahan Hati

Dalam survei ‘Katadata Insight Center’ tahun 2022, ditemukan, bahwa lebih dari 60% generasi muda Indonesia merasa cemas terhadap masa depan dan menghindari tantangan yang berat. Gaya hidup instan dan serba nyaman menjadi pilihan banyak orang. Fenomena ini mencerminkan kecenderungan untuk menghindari salib kehidupan.
Dalam Injil, Yesus justru menegaskan, bahwa siapa yang ingin mengikuti-Nya harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti-Nya. Ini bukan panggilan untuk menderita demi menderita, melainkan untuk mencintai secara total, bahkan jika itu menyakitkan.
Petrus yang baru saja menyatakan iman akan Yesus sebagai Mesias, justru ditolak keras saat ia menolak realitas salib. “Enyahlah Iblis!” kata Yesus, karena Petrus berpikir secara manusiawi, bukan Ilahi.
Kita pun sering menolak salib dalam bentuk kegagalan, kekecewaan, atau tuntutan moral yang sulit. Tapi dalam iman, salib itu bukan kutukan, melainkan jalan menuju kasih yang sejati dan keselamatan. Salib menyatukan kita dengan Kristus dan membawa kita ke luar dari cinta diri menuju cinta yang memberi hidup.
Santo Ignatius Loyola berkata, “Tidak ada cinta sejati tanpa pengorbanan.” Sementara Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium no. 88 menegaskan, bahwa orang kudus adalah mereka yang “tidak takut mengenakan wajah manusiawi Kristus yang menderita dan bangkit.” Artinya, kekudusan bukan soal menjauh dari kesulitan, melainkan menjadikan setiap pengorbanan sebagai wujud kasih yang hidup. Iman kita akan hampa, jika tak diwujudkan dalam keberanian untuk memberi diri secara nyata.
Salib bisa berwujud komitmen menjaga kejujuran di tengah tekanan korupsi, merawat anggota keluarga yang sakit dengan sabar, menolak ikut menyebar kebencian di media sosial, atau mendampingi mereka yang tersingkir. Memikul salib adalah melibatkan diri secara aktif dalam penderitaan sesama.
Mari, jangan malu menjadi murid Kristus yang memikul salib, sebab dalam salib ada harapan, kebangkitan, dan ada hidup yang kekal.
Tuhan Yesus, ajarlah kami mengenali salib dalam hidup kami dan menerimanya dengan iman. Jadikan kami murid-Mu yang setia, dan membawa terang bagi dunia. Amin.
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.