Menyampaikan Kebenaran dengan Cinta Kasih

Karena Yohanes pernah menegur Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” (Mat 6: 18).

Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, dunia kerja, lingkungan pendidikan, keluarga, maupun komunitas sering kali kita menghadapi situasi yang kurang nyaman. Ketika kebenaran itu ‘dikurung’, tidak disampaikan, karena merasa tidak enak, takut konflik, atau orang yang harus ditegur itu adalah sahabat dekat, atasan, orangtua, atau anggota keluarga. Kita khawatir diabaikan, dijauhi, atau kehilangan rasa aman. Dalam kondisi seperti itu, banyak dari kita memilih jalan aman: diam. Tapi apakah hati kita sungguh aman dalam diam? Bukankah hati kita tetap digelitik oleh suara kebenaran yang menuntut untuk diungkapkan?

Kisah Yohanes Pembaptis yang dengan berani menegur Herodes tanpa rasa takut. Ia menyampaikan kebenaran, meski taruhannya adalah nyawa. Kebenaran itu tidak bisa disembunyikan; ia selalu menuntut untuk dihidupi.

Mari mohon rahmat Tuhan agar kita mampu menyampaikan kebenaran dengan cinta kasih; bukan untuk mempermalukan atau menyakiti, melainkan demi perubahan, pertobatan, dan kebaikan bersama. Dengan demikian, hati kita layak menjadi kediaman Sang Kebenaran sejati.

Sr. M. Klaudia, P. Karm

Sabtu, 29 Agustus 2026
Yer 1: 17-19 Mzm 71: 1-6.15.17 Mrk 6: 17-29

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com