Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Red-Joss.com | Akhirnya, tidak sepotong pakaian (jubah keagungan) pun yang masih cocok dan pas di tubuh sang manusia tua!
Anda dan saya, tentu masih cukup ingat, saat kita masih sangat kecil, waktu didandani ibu. Dibedaki, dikenakan sepatu, dikancingkan bajunya, dan bahkan dilap ingus yang menempel di batang hidung kita.
Di masa remaja dan pemuda pun, orangtua masih mendandani kita dengan membelikan pakaian, sepatu, topi, dan apa saja. Betapa kita pun dipedulikan orangtua.
Dalam perjalanan waktu, tatkala kita sudah menjadi dewasa, orangtua pun dengan ikhlas melepaskan kita untuk berkarier, berkeluarga, dan bahkan rela melepaskan kita pergi dari sisinya. Kita pun merantau, mencari nafkah. Kita, sudah saatnya berpisah dari sisi mereka.
Saudara, apakah fakta itu merupakan hukum kehidupan atau hukum alam, bahwa suatu saat kelak, di kala anak sudah dewasa, dia akan pergi dan hidup mandiri?
Tulisan ini, sesungguhnya difokuskan pada “sebuah pengalaman” riil sang penulis, saat menyaksikan, bagaimana rumitnya mendapatkan sepasang pakaian yang sungguh pas dan cocok dikenakan di tubuh sang jenazah, orangtua berusia 80-an tahun.
Jas hitam dan kemeja putih berdasi, ternyata sudah kedodoran. Sepatu dan kaus kaki pun sudah kedodoran. Jubah kebesaran itu sudah tidak pas dan cocok lagi. Padahal, itu pun pakaian almarhum sendiri di kala berusia 50-an.
Semua ternyata, perlahan namun pasti, toh akan berubah total. Antara rasa miris, haru, dan lucu pun bercampur baur.
Ke mana larinya kemegahan dan kejayaan tubuh sang manusia itu. Ke mana sirnanya, keindahan tubuh sang manusia di kala batang usia datang merayap?
Apakah kondisi riil ini merupakan sebuah keharusan atau sekadar kelumrahan, ataukah tidak seharusnya? Faktanya, memang sudah terjadi demikian. Sang manusia itu, tubuh jasmaninya akan kian mengecil dan merosot sejalan bertambahnya batang usia.
Masa kejayaan itu pun sirna. Hal ini, sudah bukan saatnya lagi bagi sang manusia yang sudah berusia lanjut.
Kesadaran, pikiran, perasaan, serta daya tahan tubuh pun menurun drastis, mengecil, dan menua.
“Memento mori, . . Ingatlah akan ajalmu!”
…
Kediri,ย 10ย Maretย 2023
…
Foto ilustrasi: Istimewa

