Dari Lampu Jalanan Metropolitan
Mosaik Serpihan Kelana -27
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores

Bersama tarian debu jalanan
kami lambaikan tangan mengetuk pintu hatimu
Dalam bising deru kendaraan metropolitan
kami gemakan syair lara derita para korban bencana gempa
Datang membelai sanubari jiwamu sesama saudara
Mungkin ada sehelai kasih untuk solider meringankan beban derita
Kiranya ada selembar cinta untuk berbela rasa dengan galau nestapa para korban
Kami serukan suara harapan para korban bencana di tanah Flores
Yang sudah diterjang bencana gempa dasyat
Yang masih galau trauma dengan guncangan susulan serta kemungkinan lainnya
Tak ada yang meminta dilanda bencana alam
apalagi menjadi korban dan kehilangan nyawa
Dari lampu jalanan metropolitan
kami berdiri gaungkan harapan para korban
Emas dan perak tak ada pada kami
hanya tekad semangat solider untuk melanjutkan rintihan permintaan tolong para korban bencana
Harta benda dan uang tidak kami miliki
hanya upaya sederhana menyuarakan lara derita sesama saudara
Bersama pijar lampu merah kami kabarkan
ada bencana gempa melanda sesama saudara di Flores
Dalam cahaya kuning lampu lalu lintas
ada secerah harapan mendapat kepedulianmu sekalian
Dalam sorot terang lampu hijau
ada satu keyakinan padamu sesama saudara
untuk solider dan rela menolong
Agar beban derita lara nestapa segera sirna
Agar galau kesulitan para korban dapat teratasi
Memang sudah viral informasi di sosial media
tentang kejadian bencana alam gempa di Flores
tentang hilangnya nyawa dan ribuan keluarga mengungsi
tentang banyak yang terluka dan kehilangan harta benda
tentang bangunan gedung dan rumah rusak parah
tentang aneka kesulitan di tenda pengungsian
tentang banyak pihak yang telah berjuang menolong
tentang masih sekian banyak lokasi terisolir untuk dapat terjangkau bantuan
Namun…
keadaan darurat masih terus berlanjut
Belum semua korban mendapat pertolongan
Apalagi untuk rehabilitasi kerusakan dan bangkit berdaya menuju kehidupan normal
Ada rindu damba dan harapan untuk mendapat pertolongan dari solidaritas semua pihak
Bencana ini membuat trauma galau dan mencekam jiwa raga para korban
Dari lampu jalanan metropolitan
Suara para korban terus kami gemakan
kiranya mengetuk hati nuranimu para sesama saudara
Cerita duka lara derita para korban kami kabarkan
agar bisa meraih sanubari jiwamu saudara sebangsa dan setanah air
Sungguh tak terbayangkan datangnya bencana melanda
Tak terduga duka lara derita mendera
Gempa dasyat dan getaran susulan
masih terjadi hingga hari ini
Tanah retak, karang di laut runtuh terbelah serta air laut surut
Ada kecemasan akan ada tsunami atau kejadian alam lain menyusul
Maka,
para korban yang galau merana sangat membutuhkan uluran tangan pertolongan
sangat mendambakan doa dan dukungan material agar meringankan kesulitan
Kepadamu sekalian sesama saudaraku
para korban menanti ungkapan solidaritas dan pertolongan kasihmu
Semoga Sang Ilahi memeluk kita semua dalam cinta dan rahmat-Nya
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.