Rinai

“Hidup ini bukan sekadar memberi nama, melainkan peka merasa.” -Rio, Scj
Bahasa Indonesia mempunya kata yang gokil dan puitis untuk menamai hujan kecil yang turun perlahan seperti pagi ini di lereng Gunung Tanggamus. Selama ini hujan rintik dibilang gerimis atau ‘Drizzle’ Bahasa Inggrisnya.
Bahasa Indonesia itu bukan cuma memberi nama pada sesuatu, melainkan juga cara memberi rasa. Hujan kecil turun perlahan, tenang, hati adem, dan nyaman. Bila selama ini kita bilang hujan gerimis, coba, kalau kita melihat hujan kecil itu turun perlahan, jangan dibilang gerimis, tapi ‘rinai’, gokil bukan!
Hidup juga begitu. Kadang yang kecil turun halus, lembut, membuat hati tentram terabaikan. Bahkan tidak dirasakan. ‘Rinai’ mengajari kita, bukan hanya memberi nama, melainkan peka bagaimana cara merasa. Kadang yang kecil itu turun perlahan, seperti berkat Tuhan hanya bisa dirasakan, bila kita mempunyai kepekaan batin dan iman.
Hidup ini bukan hanya memberi nama, melainkan merasakannya. Hidup bukan soal sibuk kerja, melainkan cara memberi arti dan makna. Hidup bukan pengakuan, dan pencapaian, melainkan rada syukur untuk menebar kebaikan Tuhan.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.