Hari ini, bukan Besok

“Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat 24: 44).
Santa Monika mengajarkan kita untuk hidup dalam prinsip “hari ini, bukan besok.” Ia tidak menunda doa dan perhatiannya. Selama 17 tahun, ia berdoa setiap hari demi pertobatan putranya, Agustinus. Ia juga tidak menunda kebaikan bagi suaminya atau keluarganya dengan alasan ‘nanti’. Hidupnya menunjukkan kesadaran, bahwa setiap hari adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan.
Kebohongan yang sering dipercayai hati manusia adalah: “Aku masih mempunyai banyak waktu, aku bisa berubah besok.” Namun, Sabda Tuhan mengingatkan kita, bahwa Ia datang pada saat yang tak terduga “bukan besok, bukan Minggu depan, bisa jadi hari ini, detik ini.”
Hidup dalam kesiapan berarti hidup dengan hati yang damai bersama Tuhan dan sesama. Jika Tuhan datang sekarang, adakah penyesalan yang tersisa di hati? Adakah permintaan maaf yang tertunda, kasih yang belum sempat diberikan?
Mari jangan menunda kebaikan. Ampunilah, maafkanlah, dan berbagilah. Mereka yang siap hari inilah yang akan bersukacita, ketika saat itu tiba. Kehidupan rohani kita jadi nyata bukan karena rencana besok, melainkan karena kesetiaan hari ini.
Sr. M. Philomena, P. Karm
Kamis, 27 Agustus 2026
1 Kor 1: 1-9 Mzm 145: 2-7 Mat 24: 42-51
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.