Tuhan Melihat Hati, bukan Penampilan

“Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan” (Mat 23: 28).
Yesus mengecam kemunafikan orang-orang Farisi. Dari luar mereka tampak suci dan tanpa cela, tapi di dalam hati mereka penuh kesombongan dan kepura-puraan. Kemunafikan bukan hanya menipu orang lain, tapi juga diri sendiri dan Tuhan. Sikap seperti ini membuat hati jadi tertutup dan menjauh dari kasih. Sabda Tuhan menjadi cermin bagi kita: apakah hati kita sungguh bersih di hadapan Tuhan, atau kita hanya menjaga penampilan rohani di luar, sementara di dalam hati masih ada iri hati dan kebencian?
Yesus mengajak kita melihat diri lebih dalam. Ia tidak melihat penampilan dari luar, tapi yang ada dalam hati kita.
Apa yang masih kita sembunyikan dari Tuhan?
Kita diajak untuk datang dengan jujur dan apa adanya, tanpa topeng. Lebih baik terlihat lemah, tapi jujur, daripada tampak kuat, namun palsu. Hidup dalam kepalsuan itu tidak membawa damai dan sukacita melainkan kegelisahan. Tuhan tidak menuntut kesempurnaan. Ketika kita berani jujur di hadapan-Nya, di situlah Tuhan mulai memulihkan dan membaharui hidup kita, sebab Ia Maha Rahim dan selalu menerima kita apa adanya.
Sr. M. Elsya, P. Karm
Rabu, 26 Agustus 2026
2 Tes 3: 6-10.16-18 Mzm 128: 1-2.4-5 Mat 23: 27-32
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.