Membangun Iman yang Autentik

Sebuah penelitian dari Edelman Trust Barometer 2023 menunjukkan, bahwa kepercayaan publik terhadap institusi mengalami penurunan signifikan, karena persepsi, bahwa banyak pemimpin tidak hidup sesuai nilai yang mereka ajarkan. Hal ini menunjukkan, bahwa masyarakat, terutama generasi muda, menuntut keautentikan; kesesuaian antara ucapan dan tindakan.

Yesus memperingatkan kita, “Celakalah kamu… kamu seperti kuburan yang dilabur putih.” Dari luar tampak saleh, tapi dalamnya penuh kepalsuan. Teguran ini berlaku juga untuk kita. Bila kita rajin mengikuti kegiatan rohani, tapi tidak menunjukkan kasih dalam tindakan nyata.

Santa Teresa dari Kalkuta berkata, “Ketulusan adalah dasar dari semua kebajikan.” Dalam hidup sosial, sabda ini bisa kita wujudkan misalnya dengan menolak praktik curang di tempat kerja, tetap adil meski berbeda pandangan, atau melayani tanpa mencari pujian. Dunia tidak butuh lebih banyak penampilan religius, tapi lebih banyak orang yang hidup jujur dan rendah hati.

Kita dipanggil untuk membangun iman yang autentik; bukan sekadar menunjukkan kesalehan, melainkan hidup dari kasih yang nyata. Bila sungguh ingin dipercaya sebagai murid Kristus, kita harus menjadi orang yang utuh: Bersih bukan hanya di luar, melainkan terlebih di dalam.

Ya, Tuhan, bersihkanlah hati kami dari kepura-puraan dan ego. Bentuklah kami jadi pribadi yang tulus dan jujur dalam kasih. Semoga hidup kami mencerminkan cahaya-Mu di tengah dunia. Amin.

Ziarah Batin