Tiga Mahkota Dipakai Sekaligus

Mahkota duri hanya satu di kepala Yesus, mahkota Kerajaan hanya satu di kepala Raja, dan mahkota pemenang konteks kecantikan dunia hanya satu di kepada pemenang. Tapi tiga mahkota yang dipakai sekaligus ialah mahkota pemberian Tuhan kepada setiap pengikut Kristus.

Santo Paulus sangat senang dan bersyukur dengan pertumbuhan iman jemaat Tesalonika. Jemaat ini telah menerima pembaptisan dalam Roh Kudus, sehingga mereka menerima rahmat pengudusan dengan tiga mahkota yaitu karunia iman, perbuatan kasih, dan ketekunan pengharapan di hadapan Allah dan segenap kuasa-Nya. Iman, kasih, dan harapan merupakan keutamaan dasar yang kita terima melalui pembaptisan.

Perjalanan hidup kita di dunia ini sebagai orang-orang beriman yang benar sebenarnya dibimbing dalam terang ketiga keutamaan ini. Jalan iman membuat kita yakin akan kebesaran dan kemuliaan Tuhan, yang mengerjakan segala sesuatu menjadi mungkin, bahkan untuk memindahkan gunung sekalipun. Melalui iman kita memastikan, bahwa Tuhan selalu ada bersama kita dan menyelenggarakan kehidupan kita dalam setiap waktu dan tempat.

Jalan kasih sungguh menunjukkan kita sebagai perpanjangan tangan Tuhan yang berbuat kebaikan di dunia. Perbuatan kasih itu dapat menutupi dosa-dosa yang telah kita perbuat. Kasih itu tidak pernah gagal dalam perannya. Melalui pengharapan, kita mampu bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan, kesulitan, penderitaan, dan kemauan untuk bertobat lalu jadi baru. Hidup dengan pengharapan berarti kita melihat jauh ke depan sebuah kebahagiaan dan kesempurnaan yang jadi tujuan kita.

Patokan dan sumber utama untuk selalu dipenuhi dan dijiwai ketiga mahkota ini ialah Tuhan Yesus, Raja dan Guru kita. Bila iman terasa kurang kuat dan cenderung goyah, kepada Yesus-lah kita minta penguatannya. Bila kasih semakin kosong dan tak punya efek, karena hanya kata-kata dan janji belaka, kita harus minta penguatannya kepada Yesus. Bila kita lemah dalam pengharapan, menyerah dan putus asa, kita harus minta Yesus untuk pembaharuannya.

Bertumbuh secara baik dalam ketiga mahkota ini, kita dapat terhindar dari perilaku dan mental munafik serta penindas seperti kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Kita tidak mau dimarahi oleh Yesus dengan celaan keras: celakalah kamu! Sebaliknya dengan diperkuat ketiga mahkota itu, kita dimampukan untuk berproses mencapai yang dikatakan Yesus: menuju kesempurnaan seperti Bapa.

“Ya, Tuhan, kami mohon berkat-Mu, supaya hidup kami setiap saat selalu menjadi kehidupan yang beriman, berdaya kasih dan menuju pengharapan sejati. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)