Lepaskan Topeng Kemunafikan Diri

“Kemunafikan membuat seseorang menampilkan sifat kepura-puraan, mudah mengobral janji, tapi susah ditepati. Seorang munafik itu selalu tampil dengan topeng yang melindungi kebobrokan dirinya.”

Dalam Injil, Yesus mengeritik pedas para Kaum Farisi yang bermulut manis di hadapan Jemaat, tapi hatinya dipenuhi keinginan jahat untuk merampas hak dan harta orang lain, melakukan kejahatan dan kebohongan, serta mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan seperti keadilan, kejujuran, dan cinta kasih. Kritikan Yesus ini juga mengena diri kita.

Untuk itu kita diajak menampilkan keaslian diri ini, hidup dan tampil apa adanya, jujur dan adil terhadap sesama. Kita disadarkan, bahwa hidup yang jujur dan sederhana itu lebih bernilai dan membuat harkat dan martabat kita dihormati, daripada pujian, karena janji manis yang tidak ditepati, yang mendatangkan cibiran dan cemohan bagi kita.

Bukalah topeng kemunafikan. Lebih baik orang lain melihat keaslian wajah kita daripada wajah bertopeng yang menampilkan ketakutan. Lebih baik berani melepaskan topeng sendiri daripada dipaksa oleh orang lain.

Monsignor Inno Ngutra, Pr