Refleksi Vitalnya Sikap Tulus:
Ketulusan itu Bak Merpati

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Salib adalah pembuktian tertinggi dari sifat tulus”
(Didaktika Hidup Beriman)
“Hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati” (Mat 10: 16).
- Ular adalah simbol sikap: bijaksana dan waspada sejati.
- Si Merpati adalah simbol sikap: tulus, bersih, dan tidak menyimpan racun maut.
- Mengapa Ketulusan itu Vital?
Ya, karena ketulusan itu ibarat air sejuk yang mengalir lembut di balik hamparan gurun nan panas membara. Di sisi lain, bukankah dunia kita ini, kini justru dipenuhi oleh kebohongan dan kepalsuan, tipu muslihat, serta bertopeng?
Adapun filosofi di balik itu, bahwa:
- (1) Ketulusan itu memang sangat langka dan mahal di tengah gempuran dunia yang selalu berpura-pura ini.
- (2) Ketulusan itu dapat menyembuhkan. Bukankah sekeping hati yang tulus itu, justru akan sanggup menyembuhkan 1000 keping hati yang telah terluka parah?
- (3) Ketulusan itu adalah sebuah titian emas menuju Sang Al Khalik. Ya, Tuhan tidak mencari orang-orang yang hebat, tapi Dia mencari pribadi yang berhati tulus bak seekor merpati.
“Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Yaitu orang yang bersih tangannya dan murni hatinya” (Mazmur 24: 3-4).
- Tiga Buah Ciri Hati Bak Merpati
- a. Hati yang tidak Beracun: Oh ya, hati Merpati itu justru tanpa empedu, ia anti dendam. Karena bukankah pribadi yang tulus itu selalu akan bersikap baik?
- b. Hati yang tidak Berselubung: Pandanglah, jika merpati itu terbang, bukankah biasanya bersifat terang-terangan? Maka, pribadi yang berhati tulus itu akan berkata, “Ya,” jika itu memang ya. (Ia tidak mengenal prinsip ada udang di balik batu).
Maka, ketahuilah bahwa, bukankah Roh Kudus itu turun ke bumi ini, justru dalam wujud seekor burung Merpati?
- Musuh Terbesar Ketulusan
- a. Sikap trauma: karena ketulusan itu sering salah dimanfaatkan oleh dunia.
- b. Sikap pencitraan: agar dirinya selalu tampak baik adanya.
- c. Sikap takut: jika aku berani bersikap tulus, bukankah nanti akan merugikan diriku sendiri?
Penutup
‘Salib’ adalah sebuah pembuktian paling telak tentang betapa mulianya sikap ketulusan itu!
“Lebih baik patah hati, karena ketulusan, daripada menang, karena munafik!
Kediri, 24 Agustus 2026
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.