Allah Sumber Segalanya

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia (Rm 11: 36a).
Manusia zaman ini dihadapkan pada banyak situasi yang sulit dan masalah yang begitu kompleks, sehingga mulai melupakan Sang Pencipta. Sering kali, manusia membiarkan diri dikuasai oleh perasaan, pikiran, dan kehendaknya sendiri tanpa melibatkan Allah. Mereka merasa mampu melakukan semuanya sendiri, termasuk menghadapi segala masalah yang dimiliki, seolah berkata, “tanpa Allah aku bisa.” Kenyataannya tidaklah demikian. Ketika manusia merasa mampu melakukan segalanya, justru pada saat itulah ia dapat mengalami keputusasaan dan kehilangan harapan. Pertanyaannya, pada saat seperti itu apa yang akan dilakukan? Mengakhiri hidup, mencari jalan pintas melalui kuasa-kuasa gelap, atau datang dengan rendah hati kepada Allah?
Allah adalah sumber segala sesuatu. Hidup yang kita miliki adalah pemberian-Nya; segala yang kita miliki berasal dari-Nya dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. Sekalipun kita merasa, bahwa semuanya diperoleh dari kerja keras, tapi janganlah lupa, bahwa tanpa kehendak dan izin Allah, kita hanyalah debu dan abu. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita kembali menyadari, bahwa Allah adalah sumber dari segala sesuatu, dan kepada-Nyalah kita bersandar.
Sr. M. Valentina, P. Karm
Minggu, 23 Agustus 2026
Yes 22: 19-23 Mzm 138: 1-3.6.8 Rm 11: 33-36 Mat 16: 13-20
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.