Menghadap ke Takhta Kerajaan

Hari ini seluruh Gereja memperingati Santa Perawan Maria sebagai Ratu. Peringatan ini sebagai salah satu dari devosi kita kepada Bunda terberkati. Satu bagian dari devosi ini ialah doa Rosario peristiwa mulia yang ke-5 yaitu: Bunda Maria dimahkotai sebagai Ratu Surga dan Bumi. Gelar ini memberikan posisi Bunda Maria yang mengambil bagian dalam pemerintahan Kristus sebagai Raja untuk menguasai segala di Surga dan bumi.
Tidak ada pemisahan atau pembagian kekuasaan antara Yesus dan Maria atau di antara sejumlah pihak yang lazimnya dalam politik demokrasi. Kekuasaan itu hanya satu dan berada di tangan Yesus Kristus. Maria sebagai wanita terberkati mengambil bagian di dalamnya, lalu menyusul berbagai lapisan dan golongan manusia yang menghadap ke takhta Kerajaan ini. Menghadap kepada-Nya berarti memberikan kepercayaan, ketaatan, hormat, dan mengikuti jalan Kerajaan ini.
Di dalam bait suci Yerusalem, Nabi Yehezkiel menemukan kemuliaan Tuhan dan diperintahkan oleh-Nya untuk membawa semua perhatian umat Allah kepada takhta kemuliaan Allah, yaitu tempat Ia tinggal di tengah umat manusia. Bait suci dan tempat ibadah merupakan takhta Kerajaan Tuhan yang tampak lahiriah bagi kita semua umat-Nya. Bunda Maria sebagai Ratu yang ada di Surga, ia tetap sebagai Ratu takhta Kerajaan yang sama bagi Surga dan bumi.
Para Rasul memilih untuk mengikuti Yesus Kristus secara radikal, dan diyakinkan oleh Yesus untuk mendapat bagian dari Kerajaan-Nya yang sudah diwariskan oleh suku-suku Israel. Setiap Rasul ini menjadi Uskup di setiap Gereja lokal yang mereka pimpin, tapi mereka tetap menyatu dengan Gereja Universal dengan kepemimpinan yang satu dan menyeluruh. Para Uskup adalah Imam Agung di wilayah Gerejanya, membawa dan mengarahkan seluruh umat Allah untuk menghadap ke satu takhta Kerajaan, yaitu Yesus Kristus. Paus menempati takhta itu di dunia, sehingga sangat pantas kita semua mengadap ke Paus yang berkedudukan di takhta suci Vatikan.
Kita menghadap ke Kerajaan itu melalui doa yang dipanjatkan tiap hari: Datanglah kerajaan-Mu di atas bumi seperti di dalam Surga. Kerajaan itu hadir bagi kita untuk memberikan rasa aman dan betah, lalu menguasai kita melalui Roh Kudus untuk hidup di dalam kebenaran. Kita memakai kerajaan itu dalam setiap kehidupan kita masing-masing untuk memperkuat persekutuan, persaudaraan, dan solidaritas di antara para pengikut Kristus, supaya perpecahan dan kekacauan di antara kita dapat terhindarkan.
“Ya? Allah Bapa yang Maha Kuasa, kami selalu berdoa untuk kedatangan kerajaan-Mu di tengah-tengah kami. Semoga kami selalu patuh-setia dalam mengikuti jalan kerajaan-Mu. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.