Biasakanlah Lidahmu Mengecap Menu Surgawi di Dunia

“Jika kau tidak membiasakan lidahmu mengecap menu surgawi di dunia ini, lalu bagaimana engkau bisa mengecapnya di Surga, bila menu yang sama terhidang setiap saat di sana? Tapi satu yang pasti, jika lidahmu tidak bisa mengecapnya di Surga, maka pasti Surga bukan tempat yang cocok bagimu.”

Keselamatan itu adalah anugerah terindah untuk setiap jiwa, tapi ia terberi kepada kita bukan secara otomatis melainkan berupa tawaran. Sebagai tawaran atau undangan tentunya tergantung keputusan setiap orang untuk menerima atau menolaknya. Inilah yang diumpamakan oleh Yesus dalam kisah Injil dalam bentuk perjamuan makan. Kongritnya adalah, ketika kita diundang untuk mengikuti ibadat, terlebih Misa Kudus. Tentang ini, Scoth Hahn melukiskan secara indah, “Ekaristi adalah Perjamuan Surgawi yang diadakan di dunia di dalam Gereja-Nya.” Pertanyaannya, “Apakah Anda tergerak hati atau selalu merindukan Ekaristi, menu surgawi ini?”

Dengan merenungkan tentang keselamatan, kita diingatkan, bahwa:

  • 1) Pada saat Anda terlahir, Anda tidak memiliki pilihan, entah dilahirkan di mana dan dalam suku atau negara mana. Tapi untuk selamat atau tidak itu tergantung penuh pada pilihanmu;
  • 2) Ketika hidup terberi kepada kita, maka sesungguhnya Tuhan memperpanjang waktu dan kesempatan untuk melatih dan membiasakan lidah kita mengecap menu surgawi yang terhidang di dunia, di dalam Gereja-Nya. Biasakanlah lidah ini selagi masih ada waktu, karena di sana entahkah Anda tidak bisa mengecapnya atau bahkan takan pernah duduk pada perjamuan surgawi;
  • 3) Penghakiman Allah yang adil sedang menanti kita apa pun pilihan yang dipilih dan dijalani di dunia ini.

Sadarlah, bahwa kerinduan terdalam hati Allah ialah duduk makan bersamamu dalam Perjamuan Surgawi, tapi semuanya tergantung pada kerelaan dan kemauanmu.

Monsignor Inno Ngutra, Pr