Siapakah yang Dapat Diselamatkan?

Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” (Mat 19: 25).
Sejak awal, manusia diciptakan untuk mengalami kebahagiaan dan keselamatan. Kerinduan itu tertanam dalam hati setiap orang sebagai tujuan hidup yang sejati. Dalam iman, kita percaya Yesus datang sebagai wujud kasih Allah yang menyelamatkan dan mengundang kita untuk bersatu dengan-Nya melalui rahmat-Nya.
Salah satu wujud tanggapan kita ialah, berjuang untuk tidak melekat secara berlebihan pada hal-hal duniawi, terutama harta. Bukan berarti harta tidak penting, kita membutuhkannya untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Tapi keterikatan yang berlebihan dapat menyeret kita pada dosa, seperti kerakusan, kekikiran, hawa nafsu yang tak terkendali, hingga tindakan tidak adil seperti korupsi.
Kita diajak untuk menggunakan harta secara bijaksana dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Ketika harta dipakai untuk mencukupi kebutuhan hidup, membantu sesama yang membutuhkan, serta mendukung karya-karya kebaikan, kita sedang berjalan di jalan yang mengarah pada keselamatan.
Marilah kita terus belajar melepaskan keterikatan yang tidak perlu, dan dengan penuh iman melangkah menuju keselamatan yang telah disediakan bagi kita.
Sr. M. Floriana, P. Karm
Selasa 18 Agu 2026
Yeh 28: 1-10 MT Ul 32: 26-28.30.35-36; Mat 19: 23-30
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.