Sosok Wajah Kemerdekaan NKRI

Mosaik Serpihan Kelana -17
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores



Darahku terasa desir mendidih
ketika mendengar cerita Kakek Nenek
tentang perjuangan merebut kemerdekaan dari para penjajah
Jantungku cepat berdetak
menyimak kisah para pendahulu
alami penindasan dan lara derita kolonial
NKRI lahir dengan banjir darah perjuangan para pahlawan
NKRI hadir dari ribuan jiwa yang hilang terbang
Meskipun hanya dengan senjata seadanya
Bangga atas anugerah kemerdekaan sebagai bangsa dalam bingkai NKRI
Syukur atas tanah air yang kaya raya
dan harapan akan mandiri sejahtera
Dirgahayu HUT 81 Proklamasi NKRI


“Hiduplah Indonesia Raya
Merdekaโ€ฆ Merdekaโ€ฆ”
Apa itu kemerdekaan hari ini
ketika hukum belum berwibawa
Saat keadilan milik pejabat dan mereka yang kaya raya
Apabila korupsi terus dibanggakan dan sumber daya alam dikuras rakus demi pemilik modal
sedangkan rakyat lara dan bangsa merana
“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
untuk Indonesia Rayaโ€ฆ “
Ketika bendera Merah Putih berkibar
dan rakyat menatap dengan air mata dan lara derita
karena ekonomi keluarga galau tak pasti
karena anak cucu merana terlantar
karena tergusur dari tanah warisan leluhur demi proyek nasional serta tambang dan perkebunan konglomerat
karena banyak anak keracunan makanan MBG


“Padamu negeri, kami berjanji
Padamu negeri, kami berbaktii
Padamu negeri, kami mengabdi
Bagimu negeri, jiwa raga kami”
Syair lagu yang indah penuh makna
Sebagian rakyat masih khidmat menyanyikan
Banyak generasi muda coba mengikuti
namun banyak yang tak hafal teksnya
entah mengapa dan karena apa
Sedangkanโ€ฆ
fakta dalam kehidupan bangsa
kemiskinan dan ketidakadilan mendera
Kabar lara derita rakyat di sosial media membara
Pembangunan mengisi kemerdekaan telah berjalan 80 tahun
Entah sungguh arti kemerdekaan berkibar
Entah nyata makna lagu Indonesia Raya dan tekad syair Padamu Negeri
Entah penjajahan telah sirna di tanah air Indonesia


Dalam rangka perayaan HUT Proklamasi NKRI
Kibar Merah Putih masih terlihat
Teks Pancasila masih terdengar dibacakan
Aneka lagu kebangsaan tetap bergema terdengar
Pidato para pejabat negara dikumandangkan dan dipublikasi sosial media
Tetapiโ€ฆ
deretan fakta nasib rakyat terus bertambah
entah suara kaum miskin di perkotaan
entah jeritan kaum buruh di kawasan pabrik
entah ratap tangis rakyat sederhana di kampung dan dusun udik
Sedangkanโ€ฆ
para koruptor berpesta pora bersama para politisi busuk dan pebisnis rakus tamak
Hukum dan aturan tajam ke rakyat dan timbul kepada pejabat
Kemerdekaan seperti slogan dan utopi bagi rakyat
Negara jadi alat penindasan untuk merampok kekayaan tanah air Indonesia


Dirgahayu HUT 81 NKRI
Mata nasib bangsa yang miskin terlunta
melihat Merah Putih jadi lembaran hitam dengan logo tengkorak dan tulang
Nalar rakyat yang galau dicengkram kemiskinan
melihat makna kemerdekaan terkapar dalam comberan got hitam pekat berbau
Jiwa raga generasi muda bangsa cemas
menatap masa depan yang pasti
karena menghirup kegelisahan dalam keluarganya
karena diterjang aneka informasi digital yang menggiurkan tetapi sakunya kosong dan tangannya gemetar kelaparan
Kata indah, janji politik gemerlap dan sumpah jabatan sakral
ternyata sangat berbeda dalam fakta
seperti korupsi yang dibanggakan pelakunya
meskipun berbaju oranye dan tangan diborgol sebagai penjahat