Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Untuk bisa membuat keputusan bijaksana, banyak sumber dijadikan rujukan. Pengalaman pribadi dan keluarga, tradisi budaya, ajaran iman dan sumber pengetahuan di berbagai media. Ada banyak cara memperkaya wawasan dan kebijaksanaan bagi diri pribadi.
Zaman yang berubah-ubah ini pun memberikan tanda-tanda. Tergantung kemampuan membacanya. Ada tanda dalam alam lingkungan, dalam sesama dan juga informasi media. Lalu, saya tuliskan refleksi dalam sajak:
Tanda-tanda Zaman
Di Sudan Selatan Afrika
Jejak telapak melukis jarak
hanya untuk dengarkan suara
Menimbun darah dengan pasir
hanya untuk melihat wajah
Sosok tokoh yang berkunjung
di tengah konflik
perang saudara
karena aneka alasan absurd
dan korban nyawa ribuan
terjadi dan belum usai
Kehidupan dilumuri darah
di Afrika, Timur Tengah, Amerika Latin dan di mana-mana
Apa pun alasannya
Kehidupan sangat berharga dan harus diselesaikan
Dan
Sang tokoh daraskan doa
dengan satu
kalimat harapan
“Hentikan pertumpahan darah”
Di Papua
Seorang putra asli
dari rahim orang Papua
dipilih dan ditahbiskan jadi Ukup
menjadi hamba dan pelayan umat
dengan banyak tugas berat
dirangkul dalam satu pesan
“Jadikanlah Papua Tanah Damaiโฆ”
Di Turki
gempa dasyat datang melanda
menelan korban nyawa dan harta
bangunan runtuh harta musnah
Ribuan korban mati dan menderita
jenasah terkubur puing reruntuhan
Misteri alam dahsyat tragis
dan manusia tak berdaya
dengan semua kuasa dan senjata
dengan uang dan kesombongan
dengan selera dan IPTEK digital
Zaman gemerlap aneka pesona
kreasi kecerdasan manusia milenial
Terbangkan angan menembus angkasa
manjakan hasrat kuasai semesta
Namun
jumlah rambut tetap misteri
desah nafas tergantung udara
dalam desir hukum alam
dan misteri ketergantungan kodrati
Bocah-bocah asyik berkelana
Sabda alam terus berkumandang
Nyanyian Semesta terus mengalun
antara kicau burung-burung
antara warna-warni bunga
antara pelangi dan rintik cahaya
antara tarian ombak gelombang
Dan rumput yang berdendang
iringi keceriahan para bocah
berkejaran bermain air lumpur
tak takut petir kilat menyambar

