Duta Kerahiman Ilahi

“Salib bukan sekadar tanda yang kita pakai, melainkan panggilan kerahiman kita.”
Allah yang Maha Rahim, Engkau mengingatkanku, bahwa tanda salib bukan hanya sesuatu yang kubuat di dahi dan dadaku. Salib adalah tanda yang Engkau kehendaki nyata dalam hidupku.
Dalam kitab Yehezkiel, mereka yang ditandai diselamatkan. Dalam Injil, Yesus menunjukkan, bahwa hidup yang bercorak salib itu bukan membalas, menghakimi, melainkan berani mencari rekonsiliasi.
Tuhan, ketika seseorang menyakitiku, betapa mudahnya aku menjauh, menghakimi, atau memutuskan hubungan. Tapi Yesus mengajarkanku jalan yang berbeda. Berilah aku kerendahan hati untuk berbicara dari hati ke hati, dengan kasih dan kebenaran. Bantulah aku terlebih dahulu melihat kesalahanku sendiri dan berani meminta maaf atas bagianku.
Bila rekonsiliasi belum mungkin terjadi, ajarlah aku untuk memberi jarak tanpa membuang orang itu dari hatiku. Biarlah aku tetap mengampuni, tetap mendoakan, dan tetap berharap. Hanya Engkaulah Hakim yang adil. Sembuhkanlah pula luka dan kepahitan yang mungkin masih tinggal dalam hatiku.
Yesus berjanji, “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka.”
Tuhan, hadirkanlah diri-Mu dalam setiap relasiku yang sulit. Jadikan aku pembawa damai dan duta Kerahiman Ilahi-Mu, agar melalui hidupku, mereka yang tersesat dapat menemukan jalan pulang kepada-Mu.
Yesus, Engkaulah Andalanku. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.