Hidup dalam Relasi Kasih

“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat 18: 20).
Kita diajak untuk menyadari kembali pentingnya membangun relasi dengan sesama. Allah sendiri hidup dalam relasi kasih: Bapa, Putra, dan Roh Kudus yang bersatu dalam kasih yang sempurna. Ketika menjadi manusia, Yesus menunjukkan solidaritas-Nya dengan kita. Allah yang tidak kelihatan, kini hadir secara nyata, dapat dilihat dan disentuh.
Sebagai manusia yang diciptakan seturut gambar dan rupa Allah, kita pun dipanggil untuk hidup dalam relasi. Kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan sejak awal kehidupan hingga akhirnya. Bahkan dalam ajaran-Nya, Yesus menegaskan, bahwa kesepakatan dalam doa memiliki kekuatan tersendiri (bdk. Mat 18 :20). Oleh karena itu, kita diajak untuk peka terhadap kebutuhan sesama dan tidak hidup hanya untuk diri sendiri. Salah satu wujud nyata kepedulian itu adalah saling mendoakan dan saling menguatkan dalam kasih Kristus.
Semoga kita semakin dimampukan untuk membangun relasi yang sehat dan penuh kasih, baik dengan Tuhan maupun dengan sesama.
Sr. Gianna Mary, P. Karm
Rabu 12 Agu 2026
Yeh 9: 1-7; 10: 18-22 Mzm 113: 1-6; Mat 18: 15-20
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.