Anak-anak yang Membanggakan

Sebuah reuni alumni SD. Semua hadirin terdiri dari para petani, buruh, pegawai pemerintah, Guru, ohaniwan, bahkan Bupati untuk kabupaten setempat. Di antara tamu hadir, terdapat tamu yang sangat spesial, yaitu seorang lelaki tua berusia 88 tahun. Ia adalah Kepala Sekolah pertama SD tersebut. Semua alumni memiliki kenangan indah tentang Kepala Sekolah itu.
Semua alumni masih mengingat mantan Guru mereka yang selalu memperlakukan setiap murid sebagai anaknya sendiri. Intinya, Guru itu menganggap setiap muridnya itu sebagai anak yang membanggakan. Setiap anak memiliki potensi dan bakat yang patut dikembangkan. Ia memakai pendekatan persuasif untuk mengarahkan dan memperbaiki perilaku mereka yang nakal atau kurang baik. Setiap selesai memberikan nasihat atau koreksinya, ia selalu berkata begini: “Kamu anak yang membanggakan.”
Setiap anak di dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat kita sangat memerlukan perlakuan yang positif dan sehat agar mereka bertumbuh dengan baik dan sehat, sehingga mengurangi perilaku mereka yang tidak disiplin atau di luar batas kewajaran. Mantan Guru dan Kepala Sekolah itu sebenarnya mempraktikkan perbuatan Yesus yang menerima anak-anak dan memberkati mereka. Yesus menempatkan anak kecil di tengah kita dan mengajarkan untuk menghargai dan memelihara kehidupan yang jadi karunia terindah dari Tuhan bagi kita.
Sikap yang patuh, semangat belajar dan mengikuti disiplin hidup itu merupakan sikap yang melawan keras kepala dan hidup yang kacau. Kerendahan hati dan taat kepada Tuhan adalah semangat yang mengalahkan kecongkakan, ingat diri, dan kekerasan. Kerajaan Surga disediakan bagi orang-orang yang hidup dalam semangat anak kecil seperti ini. Kita belajar, bahwa proses terjadinya sesuatu itu harus berawal dari yang kecil dan lemah. Tuhan Allah memakai proses natural kita untuk mendirikan Kerajaan-Nya di dalam dunia. Iman kita tumbuh dari awal untuk jadi dewasa.
Kita dapat memiliki ide dan pemikiran tertentu, yang terbentuk dari kumpulan fakta dan pengalaman kecil yang berbeda-beda. Sebuah bangunan rumah terbentuk dari elemen semen, pasir, batu dan genteng. Seorang Profesor telah melalui pengalaman belajar dan latihan dari kecil dan semua masa belajarnya. Jadi yang kecil, permulaan, dan muda itu harus membuat kita bangga. Hendaknya disyukuri, bahwa semua itu sudah dan seterusnya ikut membentuk diri ini sepanjang waktu hidup kita.
“Ya, Allah berkatilah kami hari ini, supaya setiap pengalaman yang terjadi menandakan, bahwa Engkau selalu setia di dalam kehendak-Mu. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.