Kerahiman Allah Memulihkanku

“Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?” (Mat 18: 12).

Yesus menyampaikan perumpamaan tentang domba yang hilang. Kita membayangkan seorang Gembala yang menggembalakan seratus ekor domba. Ia mengenal setiap dombanya dengan baik. Ketika satu domba melihat rumput hijau di kejauhan dan pergi memisahkan diri, ia tersesat dan tidak lagi mendengar suara Gembalanya.

Saat menyadari ada satu yang hilang, Gembala itu segera meninggalkan yang 99 dan pergi mencari yang satu itu. Baginya, yang terpenting adalah menemukan dan membawa pulang domba yang hilang.

Dalam terang Injil, kita sering jadi ‘domba yang hilang’. Karena kesibukan, keegoisan, atau kenyamanan dalam dosa, kita menjauh dari Allah dan berjalan sendiri. Padahal, menjauh dari Tuhan berarti melukai diri sendiri, bahkan membiarkan jiwa kita kehilangan arah.

Kabar gembiranya adalah: Allah tidak membiarkan kita hilang. Oleh kerahiman-Nya, Ia mencari kita, memanggil kita, dan tidak berhenti sampai Ia menemukan kita kembali. Itulah kehendak-Nya: membawa kita pulang dan memulihkan hidup kita.

Semoga kita selalu membuka hati untuk mendengar suara Gembala yang baik, dan membiarkan diri kita ditemukan serta dipulihkan oleh kasih-Nya.

Sr. M. Gretha, P. Karm

Selasa, 11 Agustur 2026
Yeh 2: 8-3: 4 Mzm 119: 14.24.72.103.111.131; Mat 18: 1-5.10.12-14

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com