Daun-daun Pintu Tertutup

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Suatu hari nanti, semua daun pintu dunia akan tertutup. Yang tersisa hanya satu pintu, yakni pintu rahmat Tuhan.
(Didaktika Hidup Beriman)
Secara tradisi “pintu itu selalu mempunyai dua buah daun, yakni di sebelah kanan dan di sebelah kiri.” Demikian pula kita manusia!
1. Pintu Tertutup : Batas yang Menjaga
Ingatlah senantiasa, jika Anda menemukan “daun pintu yang tertutup,” itu bukanlah karena dia membenci Anda, melainkan justru karena ia sayang pada Anda.
Tiga Hal yang Dijaga oleh Pintu yang Tertutup:
- a. Ia Menjaga Privasi Anda: Karena ia tahu Anda perlu privasi yang tidak perlu diuber dan dipertontonkan kepada dunia (semisal, saat Anda sedang duka, sakit, atau pun berdoa).
- b. Ia Menjaga demi Keamanan Anda: Saat badai di luar rumah, ada kekacauan di luar rumah; maka ia berusaha untuk melindungi Anda.
- c. Ia Menjaga Kesucian Anda: Kala Anda sedang beribadat, saat Anda mandi, atau pun saat berganti pakaian.
Di dalam antropologi dikatakan, bahwa manusia purba pun memiliki daun pintu yang terbuat dari batu. (Karena perlu ada batas pemisah antara Anda dan dunia luar).
2. Pintu yang Tertutup: Ujian Kesabaran
Inilah sebuah realitas yang paling menyakiti!
- Di saat Anda mengetuk pintu, tapi tidak ada sahutan.
- Di saat Anda memangggil dan menyebut nama seseorang, tapi tidak ada jawaban.
- Di saat Anda rela berlama-lama menunggu, tapi nyatanya daun-daun pintu itu tetap rapat tertutup. (Bukankah di dalam konteks ini, Anda perlu bersabar?)
Bahkan Ada Filosofi dari Konteks ini!
Bahwa tidak semua pintu yang tertutup itu harus Anda dobrak. (Dapat saja, justru Tuhanlah yang menutupnya agar Anda terhindar dari bencana di luar), dan janganlah Anda angkuh dan berani melawan, maka hal itu akan berakibat fatal bagi Anda.
Bahwa tidak semua itu adalah penolakan, tapi bisa juga karena belum saatnya pintu itu dibuka.
Bahwa Anda memiliki daun pintu, dan bukankah sering kali di saat seseorang mengetuk pintu hatimu, dan Anda tidak sudi untuk membukanya, bukan? Hal ini dapat saja terjadi, karena Anda tidak mau diusik, sedang capai atau sakit.
3. Pintu Tertutup: Janji akan Dibuka
“Bukankah daun-daun pintu kehidupan ini” tidak akan tertutup selamanya? Dalam konteks ini, terdapat tiga (3) hukum:
- Hukum Angin: Bukankah angin bisa saja membukakan pintu (Ada jodoh pun ada kesempatan). Bisa saja, justru Tuhan yang membukanya.
- Hukum Tangan: Bukankah Anda sering pegang gagang pintu orang lain? Maka, ikhlaslah bersikap, adillah dalam berpikir, bahwa segala sesuatu bisa terjadi, maka yang utama adalah bersikaplah arif.
Hukum Akhir: “Pasti ada satu buah pintu yang tertutup untuk terakhir kalinya. Itulah pintu rumah dunia. Selain itu, ada juga satu pintu lain yang pasti terbuka, itulah pintu rumah akhirat!”
Maka, “Bersikaplah bijak kala Anda menutup pintu, dan bersabarlah kala pintu itu ditutup.”
Penutup: Jadi, Anda harus bersikap bagaimana? Ingatlah!
- Tapak-tapak kaki telah mengajarmu untuk ‘melepas’.
- Sandiwara hidup telah mengajarmu untuk ‘berperan’.
- Sekeping wajah telah mengajarmu untuk ’jujur’.
- Daun pintu pun telah mengajarmu untuk ‘beradab’.
Maka, ketuklah tiga (3) kali, dan jika tidak dibuka, maka pulanglah!
Janganlah Anda benci pada daun puntu tertutup, tapi bencilah dirimu yang sering lupa, bahwa Anda pernah bertindak sebagai orang yang mengetuk.
Ketahuilah, di suatu hari nanti, semua daun pintu dunia itu akan tertutup. Yang tersisa hanya satu pintu, yakni pintu rahmat Tuhan.
Kediri, 10 Agustus 2026
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.