Red-Joss.com | Jika kita ingin dipakai oleh Tuhan, kita mesti bersikap lebih jujur dalam hal waktu. Bila kita irit waktu dan sayang tenaga, (sibuk, masih banyak hal lain untuk dikerjakan) kita tidak dapat dipakai Tuhan secara maksimal.
Kesibukan adalah harga yang kadang mesti kita bayar di dalam mengikut dan melayani Tuhan. Terpenting adalah kita tidak mencari-cari kesibukan untuk lari dari janji yang telah kita ucapkan di hadapan Tuhan.
Saya tahu banget, mereka yang melayani di Gereja ini adalah orang-orang sibuk, yang berjibaku untuk hidupnya tungku keluarga, tapi yang selalu ada waktu untuk Tuhan. Karena saya pernah dalam posisi mereka, terutama ketika Gereja belum mempunyai apa-apa. Semua acara tumplek di BSS (aula), artinya… Bisa siapa saja asalkan bersedia susah dan sederhana.
Tak sedikit yang pergi ke aula sambil momong anaknya, sebab anaknya memang punya hak untuk dapat waktu dari ayah atau ibunya. Demi cintanya pada Gereja, banyak yang rela berbagi berkah dengan anak dan umat yang dilayani. Suatu pemandangan yang mempesona. Bahkan…pemandangan itu masih sering nampak sampai sekarang, hanya jarang ada yang mengungkap. Masih banyak keluarga-keluarga muda, lansia, orang muda, yang sibuk, tapi mau melayani dengan integritas, lahir batin.
Kesibukan adalah harga yang harus kita bayar untuk mencintai Yesus lebih sungguh.
Kita dapat belajar dari Yesus agar dari beratnya beban yang dihadapi Yesus tidak stres dan tetap fokus. Dalam Markus 1:33 menjelang malam dibawa orang sakit dan kerasulan setan untuk disembuhkan. Pasti lelah bukan main. Namun pagi harinya, pagi -pagi benar, Yesus berdoa (Mk 1:35-39).
Demi Tuhan janganlah selalu sibuk.
…
Jlitheng

