Bahagiamu Harus Dibagi Kepada Yang Lain

“Kebahagianmu jadi lengkap dan sempurna, ketika Anda rela berbagi kepada orang lain agar mereka ikut merasakan kebahagiaanmu.”
Pengalaman perubahan rupa Yesus di gunung Tabor amat mempesona Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Mewakili keduanya, Petrus meminta kepada Yesus, “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika engkau mau, biarlah aku dirikan di sini tiga kemah…” Tanpa menjawab Petrus, tapi yang kemudian terjadi adalah terdengar suara dari dalam awan, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” Kemudian mereka turun dari gunung kebahagiaan itu.
Kisah penampakan kemuliaan Yesus ini berbicara kepada kita tentang beberapa hal penting ini:
- 1) Yesus sungguh Putra Allah. Mendengarkan Dia berarti mendengarkan Allah Bapa sendiri, karena sesungguhnya Dia dan Bapa adalah satu. Sudahkah Anda mendengarkan Yesus dalam semua firman dan perintah-Nya?
- 2) Bila kita mendengarkan Dia dan melakukan semua perintah-Nya, maka suatu kelak kita akan melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya dan ikut merasakan kebahagiaan abadi itu;
- 3) Kemuliaan dan kebahagiaan gunung Tabor tidak boleh dialami sendiri. Yesus tidak ingin ketiga murid-Nya sombong, karena diizinkan mengalami peristiwa luar biasa itu. Mereka harus kembali di lembah kesederhanaan dan daratan kerendahan hati agar bisa berbagi pengalaman mereka dengan orang lain terutama para murid yang lain.
Akhirnya, Yesus yang sama akan menampakkan kemuliaan-Nya di dalam hidup dan diri ini, bila kita membersihkan hati dari noda dan dosa lewat pertobatan.
Monsignor Inno Ngutra, Pr
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.