Memburu Dasyatnya Kata

Mosaik Serpihan Kelana -5
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores



Aku, kau, dia
Kita, kamu, mereka
Semua terlahir dari kata
Semua hidup dalam kata
Semua mati pada kata
Entahโ€ฆ
Asal usul kita dari kata
Entahโ€ฆ
Sumber adanya kita dari Sang Maha Kata
Kita ciptakan kata bahasa miskin
dengan nalar yang papa merana terbatas
tetapi yakin bisa membatasi ruang dan waktu
dengan kata-kata kita


Kita berpikir dengan kata
Kita berkelana dalam kata
Kita tanya dan jawab pakai kata
Kita menginjak bumi dan menatap mentari
juga dengan kata
Kita menganyam suka duka dengan kata
Kita kelana mengembara dengan belenggu kata
Kita menangis dan tertawa dengan kata
Kita berkreasi dan bermimpi dalam kata
Kita adalah sejarah dunia kata-kata


Kita adalah kata-kata
Entah diucapkan dengan suara
Entah ditulis dengan huruf
Entah dilukis dengan warna
Bahkan dalam diam pun dengan kata
yang mengalir saat desah nafas dan desir darah mengalir
Tanya rindu damba dipatrikan dalam kata yang papa
Kita menipu diri dengan kata-kata
agar menjadi warna kelana dan sosok kembara


Kata yang dirangkai indah
dengan pilihan yang istimewa
Ada yang namakan syair sajak puisi
Ada pula ragam nama lainnya
Bahkanโ€ฆ
Ada banyak penyair dan karyanya
Ada banyak publikasi buku puisi
Ada aneka karya sastra
Ada banyak panggung pembacaan puisi
Semuanya jadi samudra dan angkasa kata-kata
yang terus dihasilkan kreasi manusia

5.
Aku, engkau, dia
Kita adalah kata-kata
Tertawan tak mampu merdeka
Terkurung tak pernah bebas
Terpatri tak mungkin terbebaskan
Entah oleh iptek canggih apa pun
Entah oleh puisi, sajak, syair dan ragam sastra
Entah oleh kekuasaan apa dan siapa pun
Kita adalah fakta dan misteri kata
dalam jagat semesta yang tanpa kata
Danโ€ฆ
nalar tetap mengembara dalam kata
pikiran terus berkelana dengan kata