Tuhan yang Ditakuti, bukan Hantu

Dalam masa ekonomi yang sulit, lantaran musim panas dan kering yang panjang, seorang petani dan keluarganya berdoa: “Ya, Tuhan, jangan biarkan kami lapar dan haus.” Rumusan doa itu disebarkan ke group Whatsapp di Paroki, sehingga dalam waktu cepat sudah banyak keluarga petani berdoa yang sama. Tuhan mendengar doa-doa mereka, sehingga tampaknya di masa yang sulit itu para petani tidak kehabisan sumber makanan yang didapatkan dari lahan garapan mereka.
Di dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dikisahkan, umat Allah yang mengembara di padang gurun itu mengalami kelaparan, karena ketiadaan makanan. Tuhan menyediakan manna dan daging yang tidak cukup memuaskan mereka. Sehingga mengeluh dan memprotes, karena hidup sebagai pengembara penuh kesulitan dan penderitaan.
Yesus Kristus jatuh kasihan pada banyak orang yang mengikuti dan mendengarkan-Nya. Ia memberikan perhatian besar kepada mereka yang mengalami kesulitan, tidak hanya yang lapar dan haus, tapi semua kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani. Salah satu kebutuhan rohani itu ialah rasa takut, yang harus diatasi dengan rasa damai, tenang dan penuh kepercayaan kepada Tuhan dan diri ini sebagai orang-orang beriman.
Umumnya banyak orang itu takut, ragu, khawatir, dan tidak percaya ketika cobaan dan kesulitan itu datang menimpa mereka. Di dalam Injil dikisahkan, bahwa para Rasul yang berada di dalam perahu itu diganggu oleh angin kencang dan gelombang yang ganas. Dalam keadaan yang sulit, Tuhan datang membantu mereka. Tapi mereka jadi takut karena menyangka yang datang itu hantu. Usedang umat Israel yang sudah sekian lamanya hidup dalam pembuangan, didatangi oleh suatu kabar yang membuat kaget, yaitu pembebasan dan kembalinya mereka ke tanah airnya.
Rasa takut manusia kepada Tuhan merupakan suatu tanda iman dengan benar. Tuhan datang untuk memperhatikan dan menyelamatkan, sehingga ketakutan ini sangat berguna untuk membantu kita agar kita bersiap diri dengan sebaik-baiknya, sehingga Ia menemukan kita dalam keadaan beriman yang benar, bersiap untuk menyambut-Nya, dan sedang tekun dalam tugas-tugas kita. Ketakutan seperti ini sangat bertentangan dengan jenis ketakutan kepada pihak lain yang bukan Tuhan, seperti hantu, setan, dan pengaruh lain yang hanya bermaksud untuk mengganggu dan mencobai kita. Untuk kehidupan iman yang sesungguhnya dan keselamatan, kita harus takut kepada Tuhan, bukan hantu. Tuhan ada bersama kita untuk menolong kita, sedangkan hantu tidak.
“Di dalam kasih dan kemurahan-Mu, ya Bapa, kami ingin menaruh segala keperluan kami, supaya kami dapat menerima berkat-berkat-Mu. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.