Teguh Beriman dalam Menghadapi Badai Kehidupan

“Pernahkah Anda merasa seperti sedang berada di tengah badai?”

Bisa jadi badai masalah, ketakutan, atau badai kekecewaan yang rasanya mau menenggelamkan kita. Mungkin ada di antara kita yang sedang pusing memikirkan pekerjaan yang tidak kunjung datang, khawatir dengan penyakit yang tidak kunjung sembuh, atau mungkin sedang sedih, karena hubungan yang retak. Rasanya gelap, sendirian, dan panik. Dinamika perasaan itu juga dialami para murid.

Saat sedang berlayar, para murid menghadapi angin sakal yang kuat. Perahu mereka terombang-ambing. Mereka ketakutan. Di tengah ketakutan itu, mereka melihat Yesus berjalan di atas air. Mereka mengira itu hantu. Sampai Yesus berseru, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”

Ini adalah momen krusial. Ketika ketakutan dan kepanikan melanda, kita sering kali tidak bisa melihat kehadiran Tuhan. Kita terlalu fokus pada masalah di depan mata, sampai lupa, bahwa ada Dia yang jauh lebih besar daripada masalah apa pun.

Petrus yang sudah mulai berjalan sekalipun sempat goyah dan mau tenggelam saat kembali melihat badai. Kita tidak jarang juga meragukan kuasa Tuhan yang selalu ada untuk menolong. Sebagaimana Ia tidak membiarkan Petrus tenggelam, kita diingatkan, bahwa Yesus tentu tidak membiarkan kita karam. Jangan terlambat berseru, “Tuhan, tolonglah aku!” Dia tahu kelemahan kita, tapi Dia selalu mengulurkan tangan untuk meredakan badai dan menolong kita.

“Ya, Yesus, kuatkanlah iman kami agar tidak goyah saat badai kehidupan menerpa. Bimbinglah kami agar selalu setia pada Firman-Mu yang adalah kebenaran sejati. Amin.”

Ziarah Batin