Kasih Tuhan:
Sumber Hidup Sejati

“Tuhan memberi tidak sekadar cukup, tapi lebih dari cukup, untuk tiap hati yang haus dan lapar akan Dia.”

Allah yang Maha Rahim, Engkau kembali mengingatkan kami, bahwa hanya Engkaulah yang mampu memuaskan rasa lapar terdalam dalam hati kami. Dunia menawarkan begitu banyak hal, tapi hanya kasih-Mulah yang memberi hidup sejati.

Dalam Injil, Putra-Mu memandang orang banyak dengan belas kasih. Walaupun hati-Nya sendiri sedang berduka, karena kematian Yohanes Pembaptis, Ia tidak menolak mereka. Ia menyembuhkan yang sakit, mendengarkan yang membutuhkan, dan memberi makan mereka yang lapar. Begitulah kasih-Mu, ya Tuhan, selalu hadir bahkan, ketika kami datang dengan tangan kosong.

Ketika para murid melihat lima roti dan dua ikan, mereka melihat kekurangan. Tapi Putra-Mu melihat sebuah persembahan. Ketika semuanya itu diserahkan ke dalam tangan-Nya, Ia memberkati, memecah-mecahkan, lalu melipatgandakannya hingga semua orang kenyang dan masih tersisa.

Sering kali aku pun hanya melihat keterbatasanku: waktu yang sempit, tenaga yang lelah, iman yang kecil. Tapi Engkau tidak pernah meminta sesuatu yang tidak kumiliki. Engkau hanya mengundangku untuk mempersembahkan apa yang ada. Di dalam tangan-Mu, yang sedikit itu jadi berkat yang melimpah.

Nabi Yesaya mengundang setiap jiwa yang haus untuk datang kepada-Mu. Pemazmur bersaksi, bahwa Engkau membuka tangan-Mu dan memuaskan segala yang hidup. Santo Paulus menguatkan kami, bahwa tidak ada apa pun yang dapat memisahkan kami dari kasih Allah dalam Kristus Yesus.

Tuhan Yesus, Roti Hidup, kenyangkanlah jiwaku melalui Sabda-Mu dan Ekaristi Kudus. Jadikan aku pribadi yang murah hati, mudah berbelas kasih, dan rela berbagi, meskipun yang kumiliki terasa sangat sedikit.

Ajarlah aku percaya, ketika hidupku sepenuhnya kuserahkan kepada-Mu, Engkau akan mengubahnya jadi berkat bagi banyak orang.

Engkau bukan Allah yang memberi sekadar cukup. Engkau adalah Allah yang selalu memberi dengan limpah, melampaui segala harapan, bagi setiap hati yang datang kepada-Mu. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)