Belas Kasih untuk Para Pengikut Tuhan Yesus

Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku” (Mat 14: 17-18).

Lima roti dan dua ikan sekilas tidak berarti apa-apa. Apalagi bagi orang banyak yang jumlahnya lebih dari lima ribu orang. Tapi bagi Yesus, yang sedikit itu cukup untuk bisa memberi makan orang sebanyak itu. Yesus membuat mukjizat perbanyakan roti. Sehingga dari lima roti itu, ribuan orang bisa makan sampai kenyang. Bahkan ada sisa potongan-potongan roti sebanyak dua belas bakul penuh.

Kisah mukjizat dalam Injil ini mendorong kita untuk menyerahkan keterbatasan kita di hadapan Tuhan Yesus. Tuhan memiliki kuasa untuk mengubahnya jadi kelimpahan. Keterbatasan ini bisa saja keterbatasan hidup jasmani seperti makanan dalam Injil, tapi juga dalam keterbatasan dalam bidang hidup rohani, seperti kesulitan dalam bertobat dan berdoa. Tuhan melakukan mukjizat supaya hidup kita berkecukupan.

Bila para murid Yesus meminta orang banyak itu untuk pulang supaya bisa membeli makanan di desa-desa, Yesus menunjukkan belas kasihan-Nya dengan memberi orang banyak yang telah mengikuti-Nya itu makan.

Kita percaya dengan mengikuti Yesus, kita tidak akan dibiarkan hidup dalam kekurangan. Tuhan Yesus akan mencukupi kita dengan yang kita butuhkan dalam hidup ini.

Rm. Klimakus de Jesu, CSE

Minggu, 02 Agustus 2026
Yes 55: 1-3 Mzm 145: 8-9.15-18 Rm 8: 35.37-39; Mat 14: 13-21

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com