Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK

“Sadarilah selalu, bahwa gonggongan anjing itu pun tidak mampu menghentikan langkah ayunan kaki Anda”
(Filosofi Hidup Sejati)

Filosofi “Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu,” adalah sebuah “sikap hidup, sebuah fokus, dan kebijaksanaan Anda.”

  1. Makna Esensial dari Peribahasa

Secara harfiah:

  • Anjing yang tengah menggonggong adalah simbolisasi dari “suara kebisingan, berupa ucapan negatif, dan kritikan tanpa dasar, justru karena mereka sungguh tidak mengerti, akan arah dan tujuan hidup Anda.” (Sadarilah selalu, bahwa gonggongan serupa itu hanyalah bersifat sporadis, tanpa dasar, dan asal bunyi).
  • Kafilah yang berlalu adalah simbolisasi dari arah perjalanan hidup Anda, berupa sebuah tujuan luhur, suatu upaya, atau nilai-nilai yang erat Anda pegang. Kafilah pun akan terus berlangkah lewat sebuah arah yang jelas dan pasti.
  1. Refleksi Filosofis
  • Sadarilah pula, bahwa gonggongan anjing itu tidak mampu menghentikan langkah pasti Anda. Maka, janganlah Anda sekali-kali menoleh dan terpancing kegaduhan suara si dungu itu. Nah, bukankah hal ini pun mau mendeskripsikan sebuah realitas hidup manusia? Sadari dan ketahuilah, bahwa kritikan dan cemoohan murahan itu akan terus menghujani punggung dan telinga sadar Anda.

Filosofi ini hendak mengajak Anda agar jangan sekali-kali mau memberikan ruang bagi hal-hal sampah seperti ini.

Ingatkah, bahwa tidak semua suara berisik itu patut dan pantas untuk diacuhkan.

Bijaksanalah dengan mengikuti irama sang waktu dan yakinlah, bahwa gonggongan murahan itu akan berhenti juga pada saat Anda kian tidak mengacuhkannya.

Sekali lagi, teruslah berlangkah, tenangkan ruang nurani, dan sadarilah pula, bahwa hal itu pun hanyalah ibarat sebuah seni hidup.

Amanat Hidup bagi Kita!

  • Hendaklah Anda senantiasa fokus pada tujuan hidup Anda.
  • Cerdaslah bersikap: mana kritikan yang membangun, dan mana yang hanya ibarat kuah kosong.
  • Tetaplah bersikap rendah hati, tapi tetap teguh pada pendirian Anda.
  • Janganlah Anda membuang energi dengan merespons hal-hal yang tidak berguna.

Sekali lagi, Ingatlah!

Bahwa kedua bola mata kita, justru berada di depan wajah kita, bukan?

Kediri, 2 Agustus 2026