Berani Bersaksi atas Kebenaran

Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: “Tidak halal engkau mengambil Herodias!” (Mat 14: 4).
Rintangan berat yang dihadapi Nabi Yeremia tidak membuatnya takut atau putus asa. Sebaliknya, ia semakin berani dan lantang menyampaikan pesan Tuhan. Meskipun ia menyadari risiko besar, bahkan ancaman kehilangan nyawa, hal itu tidak membuatnya mundur atau bersembunyi. Yeremia menunjukkan jiwa besar dan keberanian luar biasa sebagai pewarta kebenaran Allah.
Keberanian serupa juga tampak dalam diri Yohanes Pembaptis. Ia dengan tegas menegur Herodes yang mengambil Herodias, istri saudaranya sendiri. Karena keberaniannya itu, Yohanes harus menanggung konsekuensi berat hingga akhirnya kehilangan nyawanya atas permintaan Herodias yang dipenuhi dendam.
Dari Yeremia dan Yohanes Pembaptis, kita belajar, bahwa menyampaikan kebenaran membutuhkan keberanian yang besar. Kita tidak boleh menutup mata terhadap ketidakbenaran dan ketidakadilan hanya demi menjaga kenyamanan diri sendiri. Pertanyaan bagi kita: sanggupkah kita jadi saksi kebenaran, meskipun harus menghadapi risiko dan tantangan?
“Ya, Allah yang Maha Kuasa, berikanlah kami keberanian untuk bersaksi tentang kebenaran-Mu di tengah kehidupan ini. Amin.”
Sr. M. Stefani, P. Karm
Sabtu, 01 Agustus 2026
Yer 26: 11-16.24; Mzm 69: 15-16.30-31.33-34 Mat 14: 1-12
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.