Mendengarkan Suara Hati, Mengikuti Panggilan Tuhan

Seorang anak kecil melihat sebuah jalan kecil yang mengarah ke tempat yang belum pernah dikunjunginya. Meskipun ia ingin tahu apa yang menantinya di ujung sana. Kadang kita seperti anak kecil itu yang merasa takut menghadapi tantangan, konflik, atau ketidakpastian. Tapi kita juga diajarkan untuk berani mendengarkan suara hati dan mengikuti panggilan Tuhan.

Yohanes Pembaptis dan Yeremia memiliki pengalaman serupa, yakni tantangan dalam memperjuangkan kebenaran dan pesan Allah. Bahkan keduanya mengalami ancaman dari sikap itu. Berdyukur, baik Yohanes Pembaptis dan Yeremia berani berdiri teguh untuk terus mendengarkan suara hati dan percaya kepada Allah. Meskipun harus menanggung risiko dan mengorbankan diri, mereka memberikan teladan untuk menghidupi keutamaan Kristiani, terutama keberanian dan integritas dalam mengabarkan kebenaran.

Santo Alfonsus Maria de Liguori secara konkret memberi teladan perihal keberanian dan kasih yang tidak kenal lelah. Ia mengajarkan pentingnya rendah hati, pengampunan, dan selalu berani menyebarkan Kabar Gembira kepada semua orang.

Beranikah kita jadi saksi kebenaran dan kasih?

Semoga kita dimampukan untuk memiliki keberanian sebagai saksi iman dan sekaligus kelemah-lembutan sebagai murid Kristus dalam hidup sehari-hari.

“Ya, Tuhan, tuntunlah kami untuk berani menyuarakan kebenaran dengan rendah hati. Berikan kekuatan dan keberanian dalam mengikuti jejak Santo Alfonsus Maria de Liguori. Semoga kami jadi terang dan garam di tengah dunia ini. Amin.”

Ziarah Batin